BREAKING NEWS
 

Muhammad Awaluddin, Presiden Direktur PT AP II

Mati-matian Ngeset Bandara Go Global

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SARIF HIDAYAT
Sabtu, 22 Desember 2018 08:11 WIB
Presiden Direktur PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin (kedua kanan), melakukan salam komando dengan Direktur Rakyat Merdeka Group Kiki Iswara Darmayana, disaksikan Direktur Keuangan AP II Andra Y. Agussalam (kiri) dan Pimpinan Umum Rakyat Merdeka Ratna Susilowati saat berkunjung ke dapur Redaksi Rakyat Merdeka, Jumat (21/12). (Foto: Wahyu Dwi Nugroho/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Selain soal tagline, Awaluddin juga menyampaikan program pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Soetta. Diterangkannya, AP II akan memulai revitalisasi Terminal 1 dan 2 pada akhir tahun ini. Untuk revitalisasi Terminal 1, pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp 1,9 triliun. Dan Terminal 2 Rp 1,8 triliun. Pengerjaannya akan memakan waktu hingga tiga tahun.

Dari revitalisasi itu, katanya, masing-masing akan mampu menampung 25 juta penumpang dari tadinya hanya 9 juta. Nanti, kedua terminal itu akan dijadikan terminal khusus penerbangan Low Cost Carrier (LCC). Hal itu seiring dengan upaya pemerintah dalam menggenjot jumlah wisatawan mancanegara. Dan, untuk layanan lengkap (full service) nanti di terminal 3.

Tak hanya revitalisasi, AP II juga akan membangun Terminal 4. Saat ini tengah dilaksanakan tender desain. Terminal 4 nanti ditargetkan bisa menampung 45 juta penumpang.
Awaluddin juga mengaku sudah diminta menyiapkan perencanaan Bandara Soetta II oleh Menteri BUMN. Hal itu dilakukan karena diproyeksi ke depan akan terjadi pertumbuhan penumpang cukup besar. Sudah ada beberapa tempat diincar AP II. Tetapi, dia masih merahasiakannya.

Baca juga : Kurang Apa, Papua Dapat 10 Persen

Diajak Blusukan
Selain soal bandara, Awaluddin bercerita tentang pengalamannya sering diajak blusukan Menteri BUMNRini Soemarno. Awalnya, kisah Awaluddin, dia nggak mengerti, kenapa sering diajak ke berbagai pelosok daerah. Namun, dia akhirnya menyadari kalau Menteri Rini ingin menunjukkan bahwa Indonesia ini luas sekali.

“Pembangunan selama ini hanya kebanyakan di Jawa. Ibu menteri ingin menyampaikan bahwa peran BUMN dibutuhkan. Karena kalau swasta nggak mau masuk investasi di pelosok,” katanya.

Awaluddin mengatakan, Menteri Rini mengajak blusukan para direksi BUMN untuk membangun kebersamaan dan memudahkan sinergi. “Sinergi antar BUMN zaman Menteri Rini itu jalan sekali. Beberapa keputusan bisa diambil dengan cepat,” pujinya.

Baca juga : Gerbang Udara Baru Di Sulawesi Tengah

Usul Tol Udara
Awaluddin mengusulkan sinergisitas antara tol udara dan tol laut. Pria kelahiran Jakarta, 15 Januari 1968 itu mengungkapkan, memindahkan pergerakan barang itu lebih enak daripada pergerakan orang (penumpang). “Karena, kalau mindahin barang nggak ada yang ngeluh,” candanya.

Dia mengungkapkan, perpindahan volume barang paling banyak terjadi di kawasan timur Indonesia, tepatnya di Bandara Sentani, Papua. Per hari, perpindahan volume barang mencapai 7.500-8.000 ribu ton. Barang yang dikirim pun bermacam-macam mulai dari sembako, obat-obatan, semen dan lainnya.

“Lewat darat itu nggak mungkin. Sementara lewat laut, risiko baliknya barang kosong. Untuk itu, tol udara harusnya sama dengan tol laut. Indonesia ini kan negara kepulauan, tidak mungkin konektivitasnya tidak bagus,” ujarnya.

Baca juga : Puan Harumkan Nama Indonesia

Menurut Awaluddin, tol udara sudah berjalan di Papua. Tol udara mampu memangkas disparitas alias kesenjangan harga antara Papua dengan provinsi lain. Salah satunya dengan mengoptimalkan jalur penerbangan hingga infrastruktur bandara di Papua.

“Papua nggak bisa hidup tanpa pergerakan udara. Banyak pesawat-pesawat kecil yang dipakai untuk mengangkut barang. Sayangnya, runaway-nya di sana ada belokannya, mau landing nih patokannya pohon kelapa. Lah, kalau pohon kelapanya ditebang, gimana itu?” kelakarnya. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense