BREAKING NEWS
 

Batu Loncatan Jadi Negara Maju

Menteri Bahlil: Hilirisasi Bikin RI Disegani Dunia

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Rabu, 5 Oktober 2022 07:55 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kiri) didampingi Chairman of the Board and Chief Executive Officer Freeport McMoran Richard C Adkerson (kanan) menyampaikan materi saat Orasi Ilmiah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). (Foto: Antara/Didik Suhartono)

 Sebelumnya 
Hilirisasi komoditas, lanjut Bahlil, tak boleh dikendalikan oleh negara lain. Kebijakan harus berdasarkan kepentingan Indonesia.

“Indonesia negara berdaulat, tidak bisa diatur oleh negara lain. Hilangkan pikiran bahwa kita ini masih bisa diatur-atur. Presiden Jokowi itu hanya takut kepada Tuhan saja,” kata mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu yang disambut tempuk tangan mahasiswa sebagai tanda mem­berikan dukungan.

Pada kesempatan ini, Bahlil menyampaikan apresiasinya ke­pada PT Freeport Indonesia yang mematuhi regulasi di sini dengan membangun smelter di Gresik, Jawa Timur. Dia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pengusaha nasional di daerah.

Baca juga : Pebisnis Ngarep Hilirisasi Timah Dilakukan Bertahap

“Tujuannya agar pengusaha daerah menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan mendapatkan manfaat secara maksi­mal dari sumber daya alamnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Chairman of the Board & CEO Freeport Mc-MoRan Richard C. Adkerson, dalam orasinya, menyampaikan kebanggaannya atas kontri­busi Freeport-McMoRan untuk Indonesia. Manfaat langsung yang diterima Pemerintah Indonesia dalam bentuk pajak, royalti, biaya lainnya dan dividen mencapai hingga 23,1 miliar dollar AS.

“Dengan operasi kami yang semakin berkembang dan pasar tembaga yang lebih baik, kami meyakini ke depan setidaknya akan ada manfaat langsung yang lebih besar,” katanya.

Baca juga : FHUI Bantu Petani Surodadi Daftarkan Hasil Tani Di HKI

Jaga Iklim Investasi

Menteri Bahlil menyampaikan pentingnya untuk menjaga iklim investasi. Sebab, resesi global tengah menghantui ekonomi dunia. Beberapa negara sudah mengalami resesi ekonomi. “Kondisi ekonomi gelap, dan tidak ada yang bisa meramal kapan itu akan berakhir,” tegas Bahlil.

Kondisi itu terjadi lantaran, pandemi Covid-19, perang Rusia dan Ukraina. Dan, terbaru ketegangan antara China dan Taiwan. “Belum selesai pandemi Covid-19, datang lagi perang dan ketegangan antar negara,” jelasnya.

Baca juga : Rektor Unhan Jadi Pembicara Utama Konferensi Internasional di Australia

Bahlil mengatakan, ada tiga tantangan hal harus dilakukan terkait bidang investasi yaitu soal kestabilan politik, konsis­tensi kebijakan, dan daya beli masyarakat. “Kalau tiga hal itu bisa dijaga, maka hal itu harus dilakukan,” jelasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense