Sebelumnya
Hilirisasi komoditas, lanjut Bahlil, tak boleh dikendalikan oleh negara lain. Kebijakan harus berdasarkan kepentingan Indonesia.
“Indonesia negara berdaulat, tidak bisa diatur oleh negara lain. Hilangkan pikiran bahwa kita ini masih bisa diatur-atur. Presiden Jokowi itu hanya takut kepada Tuhan saja,” kata mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu yang disambut tempuk tangan mahasiswa sebagai tanda memberikan dukungan.
Pada kesempatan ini, Bahlil menyampaikan apresiasinya kepada PT Freeport Indonesia yang mematuhi regulasi di sini dengan membangun smelter di Gresik, Jawa Timur. Dia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pengusaha nasional di daerah.
Baca juga : Pebisnis Ngarep Hilirisasi Timah Dilakukan Bertahap
“Tujuannya agar pengusaha daerah menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan mendapatkan manfaat secara maksimal dari sumber daya alamnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Chairman of the Board & CEO Freeport Mc-MoRan Richard C. Adkerson, dalam orasinya, menyampaikan kebanggaannya atas kontribusi Freeport-McMoRan untuk Indonesia. Manfaat langsung yang diterima Pemerintah Indonesia dalam bentuk pajak, royalti, biaya lainnya dan dividen mencapai hingga 23,1 miliar dollar AS.
“Dengan operasi kami yang semakin berkembang dan pasar tembaga yang lebih baik, kami meyakini ke depan setidaknya akan ada manfaat langsung yang lebih besar,” katanya.
Baca juga : FHUI Bantu Petani Surodadi Daftarkan Hasil Tani Di HKI
Jaga Iklim Investasi
Menteri Bahlil menyampaikan pentingnya untuk menjaga iklim investasi. Sebab, resesi global tengah menghantui ekonomi dunia. Beberapa negara sudah mengalami resesi ekonomi. “Kondisi ekonomi gelap, dan tidak ada yang bisa meramal kapan itu akan berakhir,” tegas Bahlil.
Kondisi itu terjadi lantaran, pandemi Covid-19, perang Rusia dan Ukraina. Dan, terbaru ketegangan antara China dan Taiwan. “Belum selesai pandemi Covid-19, datang lagi perang dan ketegangan antar negara,” jelasnya.
Baca juga : Rektor Unhan Jadi Pembicara Utama Konferensi Internasional di Australia
Bahlil mengatakan, ada tiga tantangan hal harus dilakukan terkait bidang investasi yaitu soal kestabilan politik, konsistensi kebijakan, dan daya beli masyarakat. “Kalau tiga hal itu bisa dijaga, maka hal itu harus dilakukan,” jelasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.