BREAKING NEWS
 

Kasus Gangguan Ginjal Akut

190 Orang Meninggal, Tersebar Di 28 Provinsi

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : MARULA SARDI
Sabtu, 5 November 2022 07:55 WIB
Ilustrasi gagal ginjal akut. (Foto: (Foto: SHUTTERSTOCK/sumroeng chinnapan)

 Sebelumnya 
Apabila hasil fungsi ginjal menunjukkan adanya pening­katan, maka dilakukan pemerik­saan lanjutan untuk menegakkan diagnosis, evaluasi kemungkinan etiologi dan komplikasi.

Syahril juga menegaskan, Pemerintah tidak bermaksud meng­komersialisasi obat penawar atau antidotum Fomepizole di Indonesia. Obat injeksi penawar racun itu digunakan untuk mengobati pasien GGAPA.

“Ini semata-mata hanya untuk menyelamatkan anak-anak,” tegasnya.

Baca juga : Mode Perang Dinyalakan Di Laut Bali

Penggunaan Fomepizole di Indonesia cukup efektif, dibuktikan dengan 95 persen pasien GGAPA yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr Cipto Mangunkusumo atau RSCM Jakarta menunjukkan tren perbaikan.

Syahril mengatakan, berun­tung lantaran Indonesia saat ini sudah mengantongi 24 vial Fomepizole dengan keterangan 68 persen merupakan donasi dari negara lain.

Kemenkes juga telah membeli 70 vial Fomepizole dari Amerika Serikat (AS) sebagai upaya miti­gasi penyakit.

Baca juga : Soal Kasus Gagal Ginjal Anak, DPR Minta BPOM Tegas

Menurutnya, WHO juga sudah mengindikasikan penyebab ga­gal ginjal karena EG dan DEG, dan lainnya. Dan Fomepizole menjadi opsi antidote, jadi bukan berdasarkan asumsi-asumsi.

“Terakhir, kami bisa lihat ka­sus sejak 18 Oktober sudah turun. Kenaikan jumlah kasus karena telatnya pelaporan, sebagian besar kasus bulan Agustus dan September,” katanya.

Pernyataan Syahril itu seka­ligus membantah tudingan Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Irma Suryani Chaniago, yang menyebut Menkes Budi Gunadi Sadikin terlalu buru-buru mendatangkan Fomepizole untuk mengobati pasien GGAPA.

Baca juga : Kenali, 4 Gangguan Mental Terbanyak Pada Pria

“Ini kan menimbulkan pertan­yaan publik, seperti mau jualan obat lagi ini. Yang begini-begini jangan lah ya, kasihan Presiden kita, di tahun politik sudah dipuji dimana-mana, tapi pembantu-pembantunya tidak menjaga nama baik Presiden,” kata Irma, saat Rapat Kerja Komisi IX DPR, Menkes, BPOM, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (2/11). ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense