Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Etilen Glikol, Biang Kerok Kasus Gagal Ginjal Akut, Ternyata Disukai Hewan
Sabtu, 29 Oktober 2022 10:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Etilen glikol (EG). Nama senyawa berbahaya ini tengah populer di Tanah Air. Lantaran menjadi biang kerok tingginya kasus gagal ginjal akut pada anak Indonesia.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan fakta, etilen glikol tak sekadar mencemari sirup obat yang diminum anak-anak. Tetapi juga menjadi bahan pelarut sirup obat.
"Ada penggunaan yang tidak sesuai syarat dari bahan baku tersebut. Bisa jadi, dari sumber bahan bakunya. Bagaimana industri mendapatkan supplier bahan bakunya. Bisa jadi, salah satu kemungkinannya adalah tidak menggunakan PG (polietilen glikol) dan PEG (polidietilen glikol). Tetapi malah menggunakan EG (etilen glikol) dan DEG (dietilen glikol)," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers, Kamis (27/10).
"Mereka menggunakannya sebagai pelarut, mengingat begitu tingginya kandungan EG dan DEG dalam hasil analisis yang kami dapatkan pada produk-produk yang tidak memenuhi syarat," terangnya.
Baca juga : Status KLB Gagal Ginjal Akut Masih Digodok Nih
Penny menegaskan, bahan pelarut obat nantinya harus mengantongi Surat Keterangan Impor dari BPOM. Sehingga, BPOM bisa mengawasi secara ketat dari awal.
Sebenarnya, apa itu etilen glikol. Mengapa dia sedemikian berbahaya bagi tubuh? Bagaimana rute paparannya, sehingga bisa mengakibatkan keracunan yang fatal?
Soal ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. Zubairi Djoerban yang akrab disapa Prof. Beri menjelaskan, orang banyak yang tidak curiga atau khawatir, meski sebetulnya telah terkontaminasi etilen glikol. Sebab, warnanya jernih dan tidak berbau.
Etilen glikol tak hanya dapat ditemukan di sirup obat, tetapi juga produk pembersih atau pelarut.
Baca juga : Keseriusan Ganjar Pranowo Awasi Dan Cegah Penyakit Gagal Ginjal Akut Di Jawa Tengah
"Etilen glikol merupakan bahan utama cairan radiator di Amerika Serikat. Berguna untuk mencegah radiator panas berlebih atau beku, tergantung musim," jelas Prof. Beri melalui laman Instagram-nya, Jumat (28/10).
Bagaimana dengan rasanya? Prof. Beri bilang, senyawa dengan rumus kimia C2H6O2 ini memiliki rasa manis.
Itu sebabnya, ada beberapa hewan yang "doyan".
"Banyak dokter hewan di Amerika yang akrab dengan toksisitas etilen glikol, karena seringnya kasus keracunan pada anjing dan kucing, yang menjilat cairan radiator," kata Prof. Beri.
Baca juga : Bareskrim Periksa 2 Perusahaan Farmasi Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut
Rute Paparan
Prof. Beri menjelaskan, etilen glikol yang mengenai/menetes/terserap di kulit, relatif tidak berbahaya. Bisa diabaikan, karena kulit memiliki sifat penyerapan yang terbatas.
"Paparan melalui rute ini, umumnya tidak menyebabkan efek toksik," ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya