Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jangan Ganggu G20

Mode Perang Dinyalakan Di Laut Bali

Sabtu, 5 November 2022 07:30 WIB
KSAL Laksamana Yudo Margono memimpin apel gelar pasukan dan alutsista di Dermaga Madura, Koarmada 2 Surabaya. (Foto: Ist)
KSAL Laksamana Yudo Margono memimpin apel gelar pasukan dan alutsista di Dermaga Madura, Koarmada 2 Surabaya. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berbagai persiapan dilakukan menjelang pelaksanaan KTT G20 yang akan digelar  pada 15-16 November, di Nusa Dua, Bali. Di sektor keamanan, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengaktifkan mode perang atau siap tempur. Mode ini dinyalakan sebagai pesan kepada dunia agar jangan coba-coba mengganggu acara G20.  

TNI yang menjadi ujung tombak dan penanggung jawab keamanan KTT G20 terus mematangkan secara detail aspek pengamanan konferensi tersebut agar berjalan aman dan lancar. Untuk keamanan acara ini, TNI telah mendirikan sejumlah Posko Satuan Tugas. 

Kemarin, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa berkeliling meninjau sejumlah Posko tersebut. Posko yang ditinjau adalah Posko Satgas Kogabpadpam, Satgas Komlek (Komunikasi dan Elektronika), Satgas Penerangan, Satgas Udara, serta Satgas Bandara dan Satgas Pelabuhan.    

Usai melakukan peninjauan, jenderal bintang empat ini, tampak puas. Dalam keterangan persnya, Andika menegaskan, kesiapannya untuk menyukseskan KTT G20 di Bali. Kata dia, untuk pengamanan acara ini TNI menerjunkan 14 ribu personel. Sisanya berasal dari Polri dan institusi lainnya. Semuanya berada di bawah komando Panglima TNI.

Sebelumnya, Andika mengajak seluruh dunia bahu-membahu untuk bertumbuh lebih kuat. Sebab, G20 merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.

"Kita harus mampu menunjukkan pada dunia bahwa kepemimpinan Indonesia di G20 bisa menghasilkan aksi dan solusi yang konkret, agar krisis dunia tidak berlanjut dan membangun dunia yang lebih mampu menghadapi tantangan-tantangan ke depan. Oleh karena itu, TNI harus bersinergi dan bahu-membahu untuk mensukseskan pelaksanaan G20," jelas Andika.

Berita Terkait : Sandiaga Uno: Maskapai Asing Bisa Setiap Hari Terbang Ke Bali

Kemarin, KSAL Laksamana Yudo Margono juga memimpin Apel Gelar Pasukan Satuan Tugas Laut (Satgasla) TNI Angkatan Laut Pengamanan (PAM) VVIP Presidensi G20, di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya.

Apel gelar pasukan ini untuk memastikan kesiapan Satgasla TNI AL dalam rangka pengamanan KTT G20 di Bali. Apel ini diikuti 3.000 personel TNI AL yang terdiri dari prajurit KRI, Marinir, Denjaka, Taifib, Kopaska dan Dislambair, serta Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AL berupa 12 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan 5 helikopter.

Ke-12 KRI yang terlibat dalam pengamanan G20 tersebut yakni KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI Surabaya-591, KRI Teluk Banten-516, KRI Bimasuci, KRI Karel Satsuit Tubun-356, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Fatahillah-361, KRI Sultan Nuku-373, KRI Tarakan-905, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, KRI Untung Suropati-372, KRI Hasan Basri-382, serta tiga unit helikopter panther dan dua unit helikopter bell.

Tiap-tiap kapal akan diperkuat satu regu Kopaska dan satu regu Dislambair onboard. Ke-12 kapal perang ini akan melaksanakan patroli pengamanan pada radius 12 mil teritorial dari lokasi G20 di kawasan Nusa Dua, Bali.

Yudo dalam amanatnya menegaskan bahwa pertemuan G-20 yang akan digelar dalam beberapa hari mendatang di Bali bukanlah pertemuan biasa, karena merupakan forum utama kerja sama ekonomi global yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian yang besar. Forum ini mewakili lebih dari 75 persen perdagangan dunia yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, kepala negara atau kepala pemerintahan negara-negara besar. “Sekali lagi saya tegaskan, pertemuan G-20 yang harus kita amankan nanti bukanlah pertemuan yang main-main,” tegasnya.

Selanjutnya dikatakan terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah dan menjadi tempat penyelenggaraan, merupakan sebuah kepercayaan, kehormatan dan kebanggaan. Namun yang sangat penting dipahami adalah dibalik kehormatan itu terkandung tanggung jawab dan tantangan bagi kita untuk memastikan pertemuan G-20 aman lancar dan berhasil. “Kegagalan sekecil apapun akan sangat memalukan bagi bangsa ini, karena seluruh dunia akan melihatnya,” ujar Kasal.

Berita Terkait : Lagi, PSIS Semarang Datangkan Pelatih Lokal

Yudo juga secara khusus juga mengecek kesiapan senjata torpedo kapal, karena daerah yang akan diamankan memiliki kedalaman yang memungkinkan adanya kapal selam lawan.

Di tempat terpisah, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengingatkan kepada seluruh personel tidak meremehkan pengamanan  KTT G20. Kata dia, setiap personel harus bekerja maksimal agar tidak ada celah terjadinya gangguan keamanan.

"Saya berharap seluruh personel diminta bekerja secara maksimal, memahami tugas masing-masing dan tahu cara bertindak yang benar. Ini adalah momen Polri untuk menyukseskan KTT G20 kita berusaha bekerja maksimal agar tidak ada celah dan tidak boleh underestimate sedikit pun dalam pengamanan agenda KTT G20," kata Gatot dalam keterangan resminya, kemarin. 

Gatot menambahkan, Polri menyiapkan teknologi pengenalan wajah yang terdapat di Pusat Komando Polda Bali. Dengan fitur ini, jika ada satu DPO yang dicurigai di tempat tersebut, Polri bisa mengambil langkah-langkah sesuai cara bertindak. Polri juga menyiapkan latihan tactical floor game dan tactical digital game agar rencana pengamanan bisa berjalan lancar.

Kepolisian juga tak melupakan perihal lalu lintas, salah satu caranya akan terus menyosialisasikan masyarakat agar tidak menimbulkan kemacetan bila rombongan VVIP melintas. “Ada edaran, akan kami sosialisasikan sehingga masyarakat bisa memahami ketika rombongan lewat. Ada alternatif jalan yang disiapkan sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Gatot sebelumnya membuka latihan Pra Operasi Puri Agung 2022 di Gedung Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Kamis (3/11).

Berita Terkait : Pesan KADIN Dari Vatikan: Selamatkan Bumi Lewat Dialog Lintas Agama

Menurutnya, Polri merupakan institusi yang diamanahkan turut mendukung keamanan penyelenggaraan KTT G20 secara terkoordinasi dan secara terintegrasi dengan TNI, Paspampres, kementerian atau lembaga dan pemerintahan setempat.

"Indikator keberhasilan penyelenggaraan KTT G20 bukan hanya diukur dari keberhasilannya, tetapi juga dinilai dari sisi keamanannya, dan keamanan inilah merupakan bagian dari tugas Polri," kata Gatot.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, Para pemimpin negara-negara G20 akan hadir di  Konferensi Tingkat Tinggi ke-17 G20 di Bali pada 15 hingga 16 November mendatang. Setidaknya, sudah 17 pemimpin negara yang telah menyatakan kesediaan untuk hadir. Tiga lainnya masih ditunggu konfirmasinya.