RM.id Rakyat Merdeka - Persoalan kemiskinan masih menjadi masalah utama bagi penanganan stunting. Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu daerah dengan persoalan stunting tinggi di wilayah Timur Indonesia.
Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat mengunjungi Sumbawa, NTB.
Menurutnya, transformasi layanan kesehatan merupakan upaya yang dilakukan Pemerintah untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berkualitas.
Baca juga : Dinkes Waspadai Pasien Bergejala Hepatitis
Salah satu wujud transformasi layanan kesehatan adalah pengadaan Ultrasonografis (USG) medis untuk cek kehamilan dan kandungan di tingkat Puskesmas yang ada di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan ini, Muhadjir melihat pengecekan USG di Puskesmas Kecamatan Unter Iwes, untuk mendeteksi keadaan janin para ibu hamil. Dia juga melihat proses pengecekan kandungan oleh tenaga kesehatan.
“Saya sudah saksikan, dokternya sangat terampil menggunakan USG dan ternyata manfaatnya sangat besar. Karena sebelum ada USG, di sini pengecekan hamil manual hanya diraba-raba dan diperkirakan,” beber Muhadjir, kemarin.
Baca juga : Semoga Santunan Kematian Para Nakes Segera Cair
Menurutnya, adanya USG di Puskesmas sangat bermanfaat mencegah stunting sampai tingkat desa.
USG yang dikirim ke setiap Puskesmas, bisa mengecek dini potensi janin stunting yang ada di kandungan ibu, dan juga pemberian intervensi yang diperlukan.
“Bisa dideteksi kondisinya, panjangnya, diameter kepalanya. Kemudian bisa diambil kesimpulan apakah janin itu punya potensi gagal tumbuh atau stunting, sehingga sebelum dilahirkan bisa diintervensi melalui ibunya, dengan asupan gizi diperlukan,” terangnya.
Baca juga : HNW Beri Program Tambahan Makanan Untuk Posyandu
Dengan adanya pengecekan kandungan di Puskesmas, potensi stunting bisa dihindari dan pemberian intervensi gizi sejak dini bisa dilakukan.
Peluang untuk menghindari stunting ketika masih berada di rahim, bisa mencapai 7 persen.
“Ini terobosan bagus dari Pemerintah dan ini dari arahan Presiden Joko Widodo,” ungkap Muhadjir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.