BREAKING NEWS
 

Cegah Stunting Di Tingkat Desa

Sebelum Pake USG, Cek Hamil Cuma Diraba-raba

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Sabtu, 14 Januari 2023 07:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat kunjungan kerja ke Desa Labuhan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (12/1/2023). (Foto: Kemenko PMK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Persoalan kemiskinan masih menjadi masalah utama bagi penanganan stunting. Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu daerah dengan persoalan stunting tinggi di wilayah Timur Indonesia.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat mengunjungi Sum­bawa, NTB.

Menurutnya, transformasi layanan kesehatan merupakan upaya yang dilakukan Pemerin­tah untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan berkualitas.

Baca juga : Dinkes Waspadai Pasien Bergejala Hepatitis

Salah satu wujud transfor­masi layanan kesehatan adalah pengadaan Ultrasonografis (USG) medis untuk cek kehami­lan dan kandungan di tingkat Puskesmas yang ada di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan ini, Muhadjir melihat pengecekan USG di Puskesmas Kecamatan Unter Iwes, untuk mendeteksi keadaan janin para ibu hamil. Dia juga melihat proses pengecekan kan­dungan oleh tenaga kesehatan.

“Saya sudah saksikan, dok­ternya sangat terampil meng­gunakan USG dan ternyata manfaatnya sangat besar. Karena sebelum ada USG, di sini pengecekan hamil manual hanya diraba-raba dan diperkirakan,” beber Muhadjir, kemarin.

Baca juga : Semoga Santunan Kematian Para Nakes Segera Cair

Menurutnya, adanya USG di Puskesmas sangat berman­faat mencegah stunting sampai tingkat desa.

USG yang dikirim ke setiap Puskesmas, bisa mengecek dini potensi janin stunting yang ada di kandungan ibu, dan juga pemberian intervensi yang di­perlukan.

“Bisa dideteksi kondisinya, panjangnya, diameter kepalanya. Kemudian bisa diambil kesimpulan apakah janin itu pu­nya potensi gagal tumbuh atau stunting, sehingga sebelum dilahirkan bisa diintervensi me­lalui ibunya, dengan asupan gizi diperlukan,” terangnya.

Baca juga : HNW Beri Program Tambahan Makanan Untuk Posyandu

Dengan adanya pengecekan kandungan di Puskesmas, po­tensi stunting bisa dihindari dan pemberian intervensi gizi sejak dini bisa dilakukan.

Peluang untuk menghindari stunting ketika masih berada di rahim, bisa mencapai 7 persen.

Adsense

“Ini terobosan bagus dari Pemerintah dan ini dari arahan Presiden Joko Widodo,” ungkap Muhadjir.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense