Dark/Light Mode

Cegah Stunting & Kekerasan Anak

HNW Beri Program Tambahan Makanan Untuk Posyandu

Rabu, 29 Desember 2021 18:43 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. (Foto: Ist)
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengajak para kader Posyandu serta tim PKK untuk meningkatkan kebersamaan,  fokus mencegah dan mengatasi permasalahan stunting juga kekerasan seksual yang semakin marak terjadi pada anak-anak.

Menurutnya pembelaan dan pembenahan institusi keluarga adalah pijakan penting untuk solusi yang fundamental dan jangka panjang, mengatasi persoalan stunting dan kekerasan seksual terhadap anak-anak.

"Perlu keberpihakan dan kepedulian lebih dari kita semua untuk mengatasi masalah keluarga dan anak-anak. Khususnya masalah stunting dan kekerasan seksual pada anak, agar kita bisa menyelamatkan institusi keluarga dan masa depan bagi generasi mendatang," ujar Hidayat kepada kader Posyandu dan PKK di kelurahan Cipedak, Jagakarsa, dan Rawajati, Pancoran, Selasa (28/12).

Baca juga : Suntikan Kekebalan Anak Usia 6-11 Tahun Dorong Laju Vaksinasi Covid-19

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019, prevalensi stunting pada anak di Indonesia mencapai 27,7 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata dunia yang berada di angka 22,2 persen dan batas yang ditoleransi WHO sebesar 20 persen.

"Ini sangat menyedihkan, bagaimana mungkin anak-anak bisa tumbuh sehat, baik, cerdas, dan berkualitas, jika sejak balita mereka sudah kekurangan gizi," ujar HNW, sapaan karibnya.

Sebagai bentuk kepedulian yang konkret, HNW memberikan bantuan untuk pelaksanaan Program Tambahan Makanan (PTM) kepada Posyandu di Pancoran, Jakarta Selatan. Bantuan tersebut diterima dengan antusias oleh kader-kader Posyandu.

Baca juga : Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA Apresiasi Program PNM Mekaar

Masalah kekerasan seksual pada anak kata HNW, panggilan akrab Hidayat Nur Wahid juga tidak kalah mengkhawatirkan. Berdasarkan data Kemen PPPA, dari 20.734 kasus kekerasan yang terjadi selama tahun 2021, sekitar 13 ribu atau 62 persen di antaranya terjadi pada anak usia di bawah 18 tahun. Sebagian besar kasus kekerasan tersebut adalah kekerasan seksual.

Tahun 2021, kata HNW, bahkan dianggap sebagai tahun darurat kekerasan seksual pada anak lantaran jumlah dan cakupan kasusnya yang cukup masif. Jika ini terus terjadi maka akan sangat merusak moral dan mental generasi milenial. Merusak dan melemahkan institusi keluarga sebagai pilar penting kehidupan bangsa.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan PKK dalam menguatkan institusi keluarga,  HNW juga memberikan bantuan untuk operasional PKK, yang diterima oleh Penggerak PKK di setiap RW di Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.