BREAKING NEWS
 

Kemenag Beberin Hitung-hitungan Usulan Bipih

Tak Populer, Tapi Selamatkan Keberlangsungan Ibadah Haji

Reporter & Editor :
SARIF HIDAYAT
Minggu, 29 Januari 2023 07:50 WIB
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Ditegaskannya, Pemerintah juga menurunkannya dalam komponen Bipih. “Dalam usu­lan Pemerintah juga kan turun, kisarannya 30 persen. Itu sangat signifikan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam kom­ponen Bipih sebesar Rp 69 juta, tidak hanya layanan Masyair saja. Namun terdapat biaya ako­modasi dan transportasi jemaah selama 30 hari di Arab Saudi.

Hilman memastikan, usulan Bipih ditetapkan dengan matang. Tak cuma biaya haji, Pemerintah menghitung detail hingga asumsi perubahan kurs, riyal dan avtur (bahan bakar pesawat).

Baca juga : Anwar Ibrahim Tiba Di Jakarta

“Mungkin usulan (bipih) tidak populer, tapi Pak Menteri laku­kan ini demi melindungi hak nilai manfaat seluruh jemaah haji, sekaligus menjaga keber­lanjutannya,” ungkap Hilman.

Soroti Biaya Penerbangan

Usulan untuk menekan Bipih terus bermuculan. Salah satunya, soal kenaikan komponen biaya penerbangan.

Baca juga : Kemenaker Beri Penghargaan Bagi Perusahaan Yang Terapkan Pengupahan Berbasis Produktivitas

“Usulan kenaikan biaya penerbangan terlalu mahal dibandingkan tahun lalu, yang naik Rp 4 juta,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily, Jumat (27/1).

Ace mengatakan, pihaknya akan meminta biaya itu ditu­runkan. Selain Ace, sebelumnya juga ada usulan lain seperti memangkas masa tinggal ja­maah dari 30 hari menjadi 28 hari.

Soal berbagai usulan itu, Hil­man Latif menegaskan, usulan Bipih versi Pemerintah belum fi­nal. Pemerintah terbuka melaku­kan pembahasan berbagai usu­lan. Namun ditekankannya, penetapan skema Bipih perlu ditetapkan berkeadilan untuk semua calon jamaah.

Baca juga : Kemenperin Rangkul Stakeholder Optimalkan Peluang Industri Halal

“Semoga kita bisa mendapat­kan rumusan yang paling pas terkait biaya haji tahun ini,” pungkasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense