Sebelumnya
Muhadjir mengatakan, pembentukan tim ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta percepatan pengiriman bantuan ke Turki dan Suriah.
Muhadjir mengatakan, tim yang akan diberangkatkan terlebih dahulu adalah personel yang akan dikoordinasikan oleh BNPB.
Selain itu, Menko PMK menambahkan agar mempersiapkan anggaran untuk segera diputuskan beserta dukungan transportasi.
Baca juga : 1 WNI Dan Anaknya Meninggal, Menlu Retno Ucapkan Duka Cita
“Saya sudah menghadap Presiden tentang rencana pemerintah untuk memberikan bantuan di Turki dan Suriah. Intinya Presiden memberikan perintah kepada Menko PMK untuk mengkoordinasikan bantuan ke Turki dan Suriah secepat mungkin,” katanya.
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara menyampaikan, saat ini ada dua warga negara Indonesia (WNI), yang menjadi korban meninggal dunia. Mereka adalah ibu dan anak yang menjadi korban bencana gempa di sana.
Mereka satu keluarga. Suaminya yang berkebangsaan Turki juga meninggal. Selain itu ada 10 WNI yang mengalami luka-luka dan sudah ditangani, serta lima WNI yang sampai saat ini masih hilang kontak.
Baca juga : Gempa Turki, Lebih 100 WNI Kehilangan Tempat Tinggal
Seperti diberitakan, gempa berkekuatan 7,8 skala richter melanda perbatasan Turki-Suriah pada 6 Februari 2023 dini hari. Gempa tersebut telah menghancurkan berbagai infrastruktur, bangunan serta rumah warga.
Saat gempa terjadi, banyak orang masih tertidur pulas. Akibatnya banyak korban jiwa yang berjatuhan karena gempa bumi.
Korban meninggal dunia akibat gempa besar sejauh ini sudah melampaui 11 ribu jiwa, termasuk 2 WNI di Turki. Jumlah jiwa yang melayang diperkirakan masih terus bertambah. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.