BREAKING NEWS
 

Beli Pesawat Tempur Bekas Qatar

Prabowo Ngaku Terpaksa

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Jumat, 7 Juli 2023 08:00 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di acara serah terima Pesawat C-130 Super Hercules A-1340 bersama KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (6/7). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

 Sebelumnya 
“Kebetulan memang banyak yang seolah-olah nyinyir, seolah-olah ya mau macem-macem. Menilai bahwa diomongin pesawat bekas, pesawat bekas. Ya memang kita sering terpaksa beli beli pesawat yang tidak baru,” jawab Prabowo usai Joy Flight Super Hercules C-130J di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.

Prabowo mengatakan, Indonesia perlu membeli pesawat tempur lagi karena Rafale baru akan tiba pada 2026. Diketahui, Mirage 2000-5 dan Rafale berasal dari pabrikan yang sama, yakni Dassault Aviation dari Prancis.

Baca juga : Produksi PTPN Pembentuk PalmCo Naik 3 Tahun Terakhir

“Nah itu lah maksudnya. Kita mencari pesawat fighter interim yang bisa segera kita gunakan. Pesawat Mirage 2000-5 memang tidak sama kecanggihan dan modernnya dengan Rafale. Ini Rafale kan teknologi terakhir, tetapi sama-sama buatan Dassault,” terang Prabowo.

Meskipun kondisi bekas, Prabowo mengklaim 12 pesawat Mirrage 2000-5 masih dapat dioperasikan dalam jangka waktu yang lama. “Jadi Mirage 2000-5 ini masih punya usia pakai ya kira-kira 15 tahun lagi. Karena baru dipakai kurang lebih 30 persen flying hours,” ungkap Ketum Partai Gerindra itu.

Baca juga : Cawapres Prabowo Terserah Jokowi

Namun, pengamat militer dan pertahanan dari Semar Sentinel, Alman Helvas Ali menilai, teknologi pesawat tempur Mirage 2000-5 tidak cocok dijadikan transisi menuju Rafale. Dari sisi generasi dan teknologi, kata dia, tidak ada kesamaan antara kedua jet tempur tersebut.

“Mirage 2000-5 adalah pesawat tempur generasi 4. Sementara Rafale adalah pesawat tempur generasi 4.5. Tidak ada technology similarity antar kedua pesawat,” kata Alman.

Baca juga : Relawan Sintawati Bagikan Daging Kurban Buat Warga Jagakarsa

Sementara itu, pakar intelijen dari Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta menilai, pembelian pesawat tersebut pilihan rasional untuk menambah kekurangan alat utama sistem pertahanan (alutsista) dalam negeri. “Selama harga sebanding dengan kualitas dan sudah ada analisis terkait penggunaaan pesawat tersebut dari user (TNI-AU). Saya kira sah-sah saja,” ulas Stanislaus, tadi malam.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense