BREAKING NEWS
 

Jokowi: Bangun Food Estate Nggak Gampang

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 19 Agustus 2023 08:06 WIB
Presiden Jokowi. (Foto: Instagram Jokowi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi buka suara soal food estate atau lumbung pangan yang kini lagi ramai jadi omongan. Mantan Wali Kota Solo itu mengakui membangun lumbung pangan tidak gampang. 

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri peringatan Hari Konstitusi yang digelar di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin. 

Jokowi menjelaskan, pembangunan proyek lumbung pangan dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan. Kata dia, saat ini hampir seluruh negara di dunia tengah menghadapi krisis pangan. Terutama negara-negara yang penduduknya mengkonsumsi gandum. Harga gandum naik drastis sejak perang Rusia-Ukraina pecah. 

Negara-negara yang penduduknya mengkonsumsi beras juga menghadapi persoalan serupa. Setelah India menyetop ekspor beras untuk mengamankan pasokan dalam negerinya, harga beras dunia mengalami kenaikan. Karena alasan itu, kata Jokowi, Pemerintah membangun proyek lumbung pangan sebagai antisipasi krisis pangan. 

Jokowi mengakui, membangun lumbung pangan memang tidak mudah. Tidak mungkin sekali masa tanam langsung berhasil semua. Perlu dilakukan percobaan beberapa kali masa tanam untuk mendapatkan hasil optimal. Ia mencontohkan seperti yang terjadi di lumbung pangan di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara dan di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, lalu Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Baca juga : Prabowo: Jokowi Orangnya Demokratis, Nggak Pernah Dikte Parpol

"Tanaman pertama biasanya gagal, nanam kedua paling berhasil 25 persen.  Keenam, ketujuh, itu biasanya baru normal. Jadi, tidak semudah yang kita bayangkan," beber Jokowi.

Karena itu, kata dia, kekurangan pembangunan lumbung pangan harus diperbaiki, dievaluasi dan diulang. "Kalau kita nggak berani, baru gagal pertama sudah mundur, sampai kapanpun lupakan (lumbung pangan)," kata Jokowi.

Ditanya soal kabar proyek lumbung pangan hanya dikuasai beberapa golongan, Jokowi menepis tuduhan tersebut. Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, proyek lumbung pangan dikerjakan oleh banyak pihak.

Adsense

Menurut Jokowi, proyek tersebut dikerjakan beberapa kementerian. Ada kementerian teknis, yaitu Kementerian Pertanian. Ada kementerian yang membuka lahan dan membangun irigasi yaitu Kementerian PUPR. Ada juga yang berkaitan dengan cadangan strategis di Kementerian Pertahanan. 

"Saya kira, kekuatan ini dalam proses supaya tidak terjadi krisis pangan," paparnya.

Baca juga : Jokowi Desain Baju Kampanye Ganjar

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori ikut menanggapi soal lumbung pangan. Menurut dia, pembangunan lumbung pangan memang butuh waktu agar mendapatkan hasil optimal. 

Menurut dia, tak ada salahnya program tersebut diteruskan. Ia memahami urgensi pemerintah membangun lumbung pangan. Ia menuturkan, untuk menambah lahan pangan, lumbung pangan adalah langkah yang bisa dimaklumi. 

"Harus dipahami, lahan pangan di Indonesia jumlahnya kecil. Lahan sawah, misalnya, hanya 7,46 juta hektare," kata Khudori, dalam keterangan, tadi malam. 

Khudori menjelaskan, kawasan lumbung pangan rata-rata adalah lahan bukaan baru dari hutan yang perlu disiapkan untuk ditanami. Bukan saja perlu dukungan infrastruktur yang memadai seperti irigasi, bendungan dan jalan, tapi tanah lokasi lumbung pangan pun perlu disiapkan agar tanaman yang ditanam bisa tumbuh baik. 

“Selain lahan bukaan baru, lahan lokasi food estate itu lahan kelas dua, kelas tiga, bahkan empat yang tingkat kesuburannya jauh lebih rendah dari lahan-lahan di Jawa,” kata dia. 

Baca juga : Jokowi Happy Panen Jagung Di Food Estate Keerom Papua

Karena itu, lanjut dia, hasil dari lumbung pangan tak bisa langsung dalam jumlah besar dengan waktu yang singkat. Sebab itu, program lumbung pangan harus diletakkan dalam konteks jangka menengah-panjang. 

“Kegagalan demi kegagalan program food estate harus menjadi pembelajaran penting untuk memperbaiki program ini di masa depan,” pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense