RM.id Rakyat Merdeka - Saat sidang sidang ke-27 ASEAN Political Security Community (APSC) Council, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang semakin meningkat di kawasan ASEAN.
ASEAN harus memastikan Upaya pencegahan, persekusi pelaku, dan perlindungan korban.
Diketahui, Menko Polhukam Mahfud MD bersama Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, memimpin sidang ke-27 APSC Council di Sekretariat ASEAN, Jakarta (4/9).
Baca juga : Mardani Maming Cicil Uang Pengganti, Cicilan Pertama Rp 10 Miliar
Pertemuan ini diikuti oleh para Menteri Luar Negeri negara anggota ASEAN dan mengangkat dua agenda utama, yaitu review kemajuan kerja sama badan sektoral Pilar Masyarakat Polkam ASEAN dan kemajuan implementasi Cetak Biru Pilar Masyarakat Polkam ASEAN 2025.
"Sebagai mandat dari APSC Council, kita tidak boleh mengesampingkan tantangan spesifik di kawasan kita ini. Pada KTT ke-42 di Labuan Bajo bulan Mei 2023 lalu, para kepala negara telah menyepakati ASEAN Leaders Declaration Combatting Trafficking in Persons, kini saatnya kita terus mengimplementasikan komitmen ini, kita harus memastikan upaya pencegahan, persekusi pelaku, dan perlindungan korban," ujar Menko Mahfud.
Menko Polhukam dalam kesempatan ini juga menyoroti masih belum adanya kemajuan signifikan implementasi 5 Poin Kesepakatan oleh junta militer Myanmar yang menghambat kerja sama ASEAN secara keseluruhan.
Baca juga : Bulan Ini, OJK Mulai Awasi Perdagangan Bursa Karbon
Mahfud lantas menyampaikan tentang, situasi global dipengaruhi oleh menguatnya rivalitas geopolitik dan perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Ia mengingatkan bahwa ASEAN tidak ingin hal serupa terjadi di kawasan.
Selain TPPO, menurut Menko, ASEAN juga perlu memperkuat kerja sama pemberantasan kejahatan transnasional lainnya seperti peredaran gelap narkoba, pencucian uang, dan terorisme melalui manajemen perbatasan dan berbagai informasi.
Para Delegasi yang hadir menyampaikan tantangan keamanan di kawasan, dan perlunya ASEAN berperan kuat dan sentral dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal kawasan.
Baca juga : Perempuan Harus Jadi Teladan Penanggulangan Intoleransi dan Radikalisme
Menanggapi hal itu, Menko Mahfud menyampaikan, ASEAN harus mampu menghadapi tantangan saat ini dan ke depan, dengan kerja sama politik dan keamanan yang solid, untuk membawa kemakmuran rakyat ASEAN bersama.
Karena itu, kerja sama politik dan keamanan ASEAN harus menitik beratkan pada kawasan dan berpusat pada komunitas ASEAN.
"Memastikan semuanya terlibat dan memiliki akses, adalah kunci untuk kestablan dan kemakmuran kawasan ASEAN," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.