Sebelumnya
Beberapa ancaman yang disebutkannya antara lain kenaikan permukaan laut, pencemaran laut oleh sampah dampak limbah yang mengancam keberlangsungan laut, kedaulatan dan kesatuan wilayah negara.
Baca juga : Relawan Ganjartivity Gelar Diskusi Soal Kiat Sukses Berkiprah Di Dunia Seni
“Indonesia sebagai negara maritim akan terus menjadi barisan terdepan mendukung AIS Forum sebagai kerja sama yang inklusif bagi negara pulau dan kepulauan,” kata Presiden.
Baca juga : Shopee Indonesia Stop Penjualan Barang Impor
Diketahui, KTT AIS Forum pertama ini dihadiri oleh 32 negara partisipan. Yaitu, Presiden Republik Indonesia, Presiden Micronesia, Perdana Menteri Niue, Perdana Menteri Sao Tome dan Principe, Perdana Menteri Timor-Leste, Perdana Menteri Tuvalu, Deputi Perdana Menteri Fiji, Deputi Perdana Menteri Tonga, pejabat setingkat Menteri dari Maladewa, Kepulauan Marshall, Palau, Papua Nugini, Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Sri Lanka, Cabo Verde, serta pejabat tinggi dari Madagaskar, Selandia Baru, Bahrain, Kepulauan Cook, Siprus, Irlandia, Jepang, Malta, Nauru, Filipina, Santa Lucia, Samoa, Suriname, Vanuatu dan Inggris.
Baca juga : Ikatan Pemuda Desa Serentak Deklarasikan Gagasan Jadi Presiden Di Pilpres 2024
Pertemuan ini juga dihadiri perwakilan empat organisasi internasional, yakni Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Melanesian Spearhead Group (MSG), Pacific Island Forum (PIF), dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis 12/10/2023 dengan judul Negara Pulau Dan Kepulauan Sepakati Deklarasi Solidaritas, Presiden: Indonesia Di Barisan Terdepan Dukung AIS Forum
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.