RM.id Rakyat Merdeka - Aparatur Sipil Negara (ASN) memainkan peranan penting dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan bangsa.
Karena itu, ASN dituntut untuk memiliki kompetensi paripurna untuk menjawab tantangan lingkungan strategis.
Menghadapi perkembangan teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), ASN dituntut agile dan mampu beradaptasi.
Sehingga dibutuhkan transformasi pengembangan kompetensi (bangkom) yang terintegrasi.
Hal ini diungkapkan Plt Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq dalam Upacara Pengukuhan Widyaiswara Ahli Utama, di Aula Prof Agus Dwiyanto, Rabu (17/7/2024).
Baca juga : INKOPPAS Dorong Koperasi Kelola Pengelolaan Aset Bisnis Di Pasar
Taufiq berharap, Widyaiswara sebagai guru bangsa dapat mendorong terciptanya ASN unggul, sehingga dapat mewujudkan Indonesia Maju 2045 mendatang.
Konsekuensi ini menuntut Widyaiswara mampu menjalankan kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan ASN untuk wajib belajar menyesuaikan kebutuhan organisasinya.
"Tantangan pengembangan kompetensi tersebut, semakin krusial pasca disahkannya UU 20/2023 tentang ASN. Bangkom menjadi sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, perubahan ini tentu saja menjadi tantangan bagi Widyaiswara untuk dapat memfasilitasi kebutuhan bangkom ASN yang diproyeksikan akan mencapai 7 juta pegawai," ujar Taufiq.
Ia juga menyampaikan, dalam pusaran transformasi bangkom yang tengah berlangsung saat ini, Widyaiswara harus menjadi fasilitator dan motivator untuk mendorong ASN senantiasa belajar di tempat kerjanya.
Terlebih melalui digitalisasi bangkom yang terus dikembangkan, pegawai dapat belajar dimana saja dan kapan saja dengan mengakses materi-materi pembelajaran digital.
Baca juga : Pertamina Manfaatkan Energi Hijau Untuk Pertanian Hidroponik Di Dumai
Perkembangan AI juga berkontribusi dalam mentransformasi bangkom yang awalnya bersifat konvensional beralih kepada digital.
Sebab itu LAN mendorong seluruh Widyaiswara juga dapat memanfaatkan AI untuk membuat bahan-bahan ajar yang lebih kreatif dan inovatif.
“Maka saya tekankan bagi Widyaiswara Ahli Utama yang hari ini dikukuhkan, harus berkinerja optimal dan berdampak bagi pengembangan kompetensi ASN, bukan sekedar formalitas dan mengugurkan kewajiban semata," tegasnya.
Taufiq berharap, dengan segala tantangan yang membentang di depan mata, maka dengan pencapaian tertinggi Widyaiswara Ahli Utama ini bukan menjadi akhir perjalanan.
Melainkan, awal sumbangsih yang lebih besar dalam bangkom ASN guna mewujudkan birokrasi yang berkelas dunia.
Baca juga : Terima KCBI, Bamsoet Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Jurnal Ilmiah Dalam Negeri
Adapun nama-nama Widyaiswara Ahli Utama adalah. H. Surya Arfan dan H Dianto Mampanini, Provinsi Riau. Sugiyono, Provinsi Kalimantan Selatan.
Husen Maulana, Kementerian Investasi. Raffles Brotestes Panjaitan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Herru Widiatmanti dan Mohammad Djufri, Kementerian Keuangan.
Lalu, Biasworo Adisuyanto, Provinsi Jawa Timur, serta Retno Setijowati, LAN.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.