BREAKING NEWS
 

Tekun Ikuti Program Deradikalisasi, Eks Napiter Ini Sukses Jadi Pengusaha Mebel

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 21 Juli 2024 19:25 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Program deradikalisasi kerap dikatakan gagal. Padahal, tidak sedikit mantan narapidana terorisme (napiter) yang merasakan manfaatnya.

Salah satunya mantan napiter asal Pontianak, Kalimantan Barat, yang banyak merasakan manfaat deradikalisasi bagi kehidupannya.

Salim Salyo (42 tahun), begitu biasa disapa, merupakan eks napiter asal Pontianak yang pernah ditahan selama 3 tahun (2019-2022) lantaran ingin merampok sebuah bank di Surabaya, Jawa Timur.

Uangnya akan digunakan untuk merakit bom dan membeli senjata api, yang kemudian dikirim kepada kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah.

Dia menjalani program deradikalisasi saat masih menjadi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Terorisme (Lapsuster) di Lapas Kelas II B Sentul.

Saat itu, dia mengikuti pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja Pusat Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Baca juga : Warga Cilandak Ingin Anies Jadi Gubernur Lagi

Salim mengungkapkan, pelatihan yang ia ikuti dilaksanakan berdampingan dengan kegiatan deradikalisasi lainnya yang bertujuan untuk menghilangkan pemahaman radikal para napiter.

"Di pelatihan itu, saya dan napiter lainnya diminta untuk memilih apa yang jadi minat kami masing-masing. Ada yang tertarik jadi montir, penjahit, dan lainnya. Karena saya basic-nya tukang bangunan, saya ambil pelatihan kayu atau mebel. Dari situ saya punya cita-cita mau buka usaha mebel kalau sudah bebas," kata Salim saat dihubungi, Sabtu (21/7/2024).

Menurut Salim, banyak ilmu dari pelatihan yang didapatkan saat ia menjalani masa tahanan, di antaranya pengetahuan dan pemahaman mengenai kelebihan dan kekurangan berbagai jenis kayu.

"Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari pelatihan itu. Apalagi sebelumnya saya tidak pernah mengetahui ilmu-ilmu yang diajarkan dalam pelatihan tersebut," kisahnya.

Adsense

Salah satunya, diajarkan mengenai kelebihan dan kekurangan setiap jenis kayu serta penggunaan lem yang tepat untuk setiap jenis kayu. 

Salim mengatakan ia sangat tertarik mengikuti pelatihan kayu. Ia rutin mengikuti pelatihan kayu selama sekitar 1,5 tahun.

Baca juga : Lewat Program Gerobak Cahaya, Bantuan YBM PLN Dongkrak Omset Pelaku Usaha Kecil

Kegiatannya berlangsung 4 kali dalam sepekan, yakni setiap Senin-Kamis mulai pukul 9 pagi hingga 3 sore.

Didampingi instruktur atau trainer, Salim mengasah kemampuannya sebagai tukang kayu dalam pelatihan tersebut.

Dia kemudian belajar cara membuat lemari, meja, atau kursi, bahkan miniatur yang berbahan dasar kayu.

Salim pun merasa bersyukur memanfaatkan program deradikalisasi, sehingga ketika  bebas, ia bisa mengimplementasikan ilmu-ilmu yang didapatkannya untuk merintis sebuah usaha.

"Alhamdulillah ketika saya bebas, ilmu-ilmu itu menjadi bekal untuk merintis usaha mebel," ucap dia.

"Saya terapkan semua yang saya pelajari selama ikut pelatihan di BNPT. Saya tidak mau menyia-nyiakan ilmu yang sudah saya dapatkan dari pelatihan itu. Alhamdulillah ilmu itu semua sangat membantu sekali ketika saya membuka usaha mebel," sambungnya.

Baca juga : Mantan Pimpinan JAD Ingatkan Pentingnya Deradikalisasi Bagi Napiter

Kini, usaha mebel Salim tengah berkembang pesat, meski hanya dijalankan dari rumahnya yang merangkap bengkel kayu di Pontianak.

Pesanan datang dari dalam, bahkan luar kota Pontianak. Produk yang banyak dipesan oleh konsumen antara lain backdrop, partisi, lemari, dan kitchen set.

Salim pun bisa mempekerjakan 2-6 orang karyawan untuk membantu usahanya. Jumlah karyawan itu tergantung dari banyaknya pesanan yang datang.

"Harapan saya ke depan mudah-mudahan bisa punya toko mebel sendiri," tutup Salim.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense