BREAKING NEWS
 

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Menhub Perkuat Regulasi Transportasi Sektor Udara

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Minggu, 8 September 2024 07:35 WIB
Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi (BKS) dalam acara Hub Talks: Future Ready Aviation Professionals, Strategies for Achieving Indonesia Emas 2045,” di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/9/2024). (Foto: Dok. Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor transportasi udara. Caranya, dengan memperkuat regulasi terkait keberlanjutan dalam dunia penerbangan.

Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi (BKS) berharap, perubahan regulasi mampu membuat sektor penerbangan menjadi lebih ramah lingkungan. Di Kemenhub ujar BKS, pihaknya berencana mem­perkuat regulasi terkait keberlan­jutan penerbangan.

“Guna memastikan, industri ini tidak hanya tumbuh se­cara ekonomi, tapi juga seja­lan dengan prinsip keberlan­jutan lingkungan,” katanya, dalam acara Hub Talks: Future Ready Aviation Professionals, Strategies for Achieving Indonesia Emas 2045,” di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/9/2024).

Menurut BKS, aspek keber­lanjutan dalam industri penerbangan harus terus diperhati­kan. Dia menilai, penerbangan adalah salah satu sektor yang berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca. Penerbangan harus mulai bera­lih dari bahan bakar fosil ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

“Implementasi konsep green aviation dan pengembangan smart airport adalah langkah-langkah konkret yang harus kita dorong ke depan,” ujar alumni Universitas Gajah Mada ini.

Baca juga : Ganjar Mulai Turun Gunung

Eks Direktur Utama Angkasa Pura II ini juga menekankan pentingnya strategi kolaborasi dan peningkatan kualitas Sum­ber Daya Manusia (SDM) di sektor penerbangan untuk mem­bangun industri penerbangan masa depan yang kompetitif.

Kemenhub juga terus men­dorong transformasi digital di sektor penerbangan melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi, yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kapabilitas para profesional di bidang ini.

Dengan jumlah penduduk usia produktif yang tinggi, Indonesia memiliki bonus demografi yang dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun industri penerbangan yang tangguh dan kompetitif.

“Kunci untuk mencapai ke­berhasilan ini adalah dengan meningkatkan kualitas SDM kita melalui upskilling dan literasi digital,” ungkap BKS.

Adsense

Ke depan, Kemenhub juga akan fokus pada peningkatan infrastruktur digital di bandara, peningkatan layanan penerbangan dan penguatan kerja sama internasional.

Baca juga : Antusiasme Sangat Tinggi, Aktivisme Justru Rendah

Serta, memperkuat regulasi dan kebijakan yang mendukung terciptanya ekosistem penerbangan yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan. “Ini semua adalah bagian dari upaya kita untuk memastikan bahwa visi Indonesia Emas 2045 dapat ter­wujud dan emisi gas rumah kaca bisa berkurang,” tegasnya.

Sementara Presiden International Civil Aviation Organiza­tion (ICAO), Salvatore Sciacchi­tano menilai, tahapan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sektor penerbangan di Indo­nesia sebenarnya sudah terlihat.

Apalagi, katanya, rencana Indonesia untuk menjadikan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai ibu kota baru serta pembangunan infrastruktur dengan desain yang berkelan­jutan menandakan komitmen Indonesia terhadap kemajuan lingkungan.

“Fokusnya pada transportasi yang cerdas dan berkelanjutan sedang mengubah Indonesia. Ini menjadi contoh bagi negara lain. ICAO bangga dapat bekerja sama dengan Indonesia,” puji Sciacchitano.

ICAO dan negara-negara di dunia, terus membuat pesawat terbang lebih aman dan lebih berkelanjutan. Dia menyebut, dukungan dan komitmen Indonesia terhadap perlindungan lingkungan, program pelatihan negara berkembang dan para ahli penerbangan Indonesia di ICAO APAC Regional Office, telah berkontribusi positif terha­dap pengembangan profesional penerbangan di kawasan Asia Pasifik.

Baca juga : Surat Pengunduran Diri Rano Karno Ditunggu KPU

“Serta turut mengatasi tantangan mendesak industri penerbangan,” jelasnya.

Sementara Director Regional ICAO Asia and Pasific (APAC) Tao Ma mengatakan, berdasar­kan hasil Audit ICAO terkait pengawasan keselamatan pener­bangan, Indonesia telah meraih Effective Implementation (EI) Score yang baik. Namun, masih perlu terus ditingkatkan.

Menurut Tao Ma, salah satu rekomendasi yang saat ini dapat dilakukan terkait peningkatan keselamatan sektor penerbangan Indonesia, yaitu melalui peningkatan keterampilan SDM me­lalui berbagai training.

“Bagaimana rekomendasi terkait keselamatan penerbangan menurut saya training (pelatihan) merupakan satu hal yang perlu kita lakukan,” tuturnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 8 September 2024 dengan judul Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Menhub Perkuat Regulasi Transportasi Sektor Udara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense