BREAKING NEWS
 

Pemda Disarankan Manfaatkan IMDI

Menkominfo: Kita Perlu Ciptakan Talenta Digital

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Rabu, 11 September 2024 07:35 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi (tengah) bersama Chairman of Nexticorn Foundation Rudiantara (kiri), dan Dirjen Aptika Kemenkominfo Hokky Situngkir (kanan) menyampaikan keterangan pers jelang NextHub Global Summit di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (10/9/2024). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyarankan Pemerintah Daerah (Pemda) memanfaatkan hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) dalam membuat aturan atau kebijakan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menjelaskan, pengukuran IMDI merupakan langkah bersama dalam mem­peroleh pemahaman kompre­hensif tentang perkembangan masyarakat digital Indonesia.

Hasilnya diyakini dapat men­jadi acuan para pemangku ke­bijakan di daerah dalam meran­cang kebijakan dan program pembangunan, termasuk sumber daya manusia (SDM).

“Hasil pengukuran ini bisa menjadi landasan pembuatan kebijakan dan program pengem­bangan SDM digital, khususnya untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Budi Arie di Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Baca juga : 12 Calon Hakim Agung Ditolak Di Senayan

Pengukuran IMDI dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemen­kominfo di 514 kabupaten dan kota di Indonesia pada 2024, dengan nilai 43,34.

“Pemerintah terus berkolaborasi serta harus berkoordi­nasi untuk memperkecil digital divide di tingkat nasional,” tutur Budi Arie.

Saat ini tingkat penetrasi in­ternet terus bertumbuh hingga mencapai 79,5 persen dari popu­lasi nasional.

Selain itu, koneksi 4G juga sudah mencakup 97,42 persen wilayah permukiman. Semen­tara koneksi 5G mencakup 3,53 persen wilayah pemukiman di Indonesia.

Baca juga : Sosialisasi Boleh Saja, Kampanye Bakal Ditindak

Infrastruktur yang berkem­bang dan tingkat penetrasi yang tinggi harus diimbangi dengan SDM.

Tidak hanya banyak di kota besar tapi juga di pelosok dae­rah, sehingga ekosistem digital nasional benar-benar terbentuk optimal.

“Kita masih perlu mencip­takan talenta digital yang siap untuk memanfaatkan perkem­bangan teknologi saat ini,” ingat pendiri Relawan Projo ini.

Budi Arie mengungkapkan, tahun depan, ada sekitar 149 juta pekerjaan digital di level global.

Baca juga : Tunda Dulu Deh Iuran Dana Pensiun Tambahan

Sementara di Indonesia, se­banyak 27-46 juta pekerjaan baru akan muncul akibat automatisasi di tahun 2030.

Budi Arie menyatakan, kondisi tersebut cukup menantang lantaran 90 persen perusahaan di Indonesia merasa ketersediaan talenta digital masih di bawah permintaan industri.

Adsense

“Salah satu cara untuk merespons kebutuhan talenta digital adalah melalui upskilling dan reskilling,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense