Sebelumnya
Sementara Founder Puan Lestari, Hanna Pertiwi menyatakan, pihaknya bertekad memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, dan dampaknya terhadap perempuan. “Perubahan iklim berelasi dengan kesetaraan gender. Perempuan, anak, dan kelompok marginal sering mendapatkan dampak yang merugikan,” katanya.
Hanna mengungkapkan, berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 80 persen perempuan menjadi kelompok terdampak perubahan iklim. Penyebabnya, perempuan berperan sebagai perawat dan penyedia makanan.
Lebih lanjut, dia mencontohkan, salah satu peran perempuan dalam kasus kelangkaan minyak goreng, akibat dampak perubahan iklim. Dalam situasi tersebut, kaum perempuan lebih banyak mengantri minyak goreng daripada laki-laki.
Baca juga : Kurangi Pengangguran, DKI Bisa Tiru Karawang
“Artinya, perempuan tidak hanya rentan terhadap perubahan iklim. Mereka juga agen utama perubahan, dalam menghadapi setiap permasalahan akibat terjadinya perubahan iklim,” tandas Hanna.
Di media sosial X, netizen juga mengamini, dampak perubahan iklim kian terasa dan terus menelan korban. Perempuan harus menanggung beban yang lebih berat akibat dampak perubahan iklim.
Akun @caramelmachiato menyatakan, akibat perubahan iklim, perempuan miskin di desa dan pesisir harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarganya.
Baca juga : Badminton Hong Kong Open 2024, Ginting ‘Balas Dendam’ Popov
“Di sebuah desa yang terletak di pesisir, perempuan banyak bekerja sebagai pengrajin dan usaha rumahan. Karena dampak perubahan iklim suhu jadi makin panas. Alhasil, perempuan di sana kurang produktif di siang hari, saking panasnya suhu di daerah mereka, dan pendapatan mereka terus berkurang,” tuturnya.
Akun @aiyesh451 prihatin dengan nasib perempuan nelayan yang terus kehilangan penghasilan. “Banyak perempuan nelayan yang melaut dengan kapal sederhana, merasakan tantangan nelayan di negara kepulauan yang kaya raya ini. Nelayan perempuan menghadapi dampak krisis iklim yang paling berat, tangkapan ikannya sedikit, tapi mereka tidak punya pilihan lain,” tulisnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 12 September 2024 dengan judul Jadi Kelompok Paling Terdampak, Perempuan Mesti Pahami Perubahan Iklim
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.