RM.id Rakyat Merdeka - Pembangunan di Indonesia tidak lagi Jawasentris, melainkan Indonesiasentris. Wilayah Papua dan timur Indonesia kini merasakan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, termasuk peningkatan kualitas SDM-nya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam 10 tahun, Pemerintahan Jokowi telah membangun 6.000 kilometer (km) jalan nasional baru.
“Dari 6.000 kilometer itu terutama di Trans-Papua, perbatasan Papua, perbatasan Kalimantan, perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan di Lintas Selatan Jawa,” kata Basuki dalam keterangan resmi Kementerian PUPR. Selain jalan nasional, Kementerian PUPR juga membangun bendung dan jaringan irigasi untuk mendukung pertanian di Tanah Papua.
Menurut Menteri Basuki, sejak 2014, Pemerintah membangun Bendung Wanggar dan Nuhoa di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. Bendung Wanggar dapat mengairi lahan pertanian seluas 3.200 hektar dengan debit sebesar 2.582 m3/detik. Sedangkan Bendung Nuhoa dapat mengairi lahan pertanian seluas 2.000 hektar.
Baca juga : AGK: Di Sektor Manufaktur, Kita Perlu Kerja Sama Dengan Jepang
Selain itu juga membangun Bendung Yahukimo di Kabupaten Yahukimo yang mampu mengairi 3.200 hektar lahan pertanian.
Di Nabire, Kementerian PUPR juga membangun saluran intake kiri pada Bendung Kalibumi. Luas Daerah Irigasi (DI) bendung ini mencapai 6.400 hektar yang terdiri dari 4.400 hektar pada DI. Kalibumi Kanan dan 2.000 hektar DI Kalibumi Kiri.
Selanjutnya, di wilayah Distrik Yapsi Kabupaten Jayapura juga telah dibangun DI Lereh yang memanfaatkan sumber air dari Sungai Nawa melalui Bendung Lereh II dengan sistem gravitasi untuk mengairi areal pertanian seluas 2.119,36 hektar.
Di Papua Barat, Kementerian PUPR membangun Bendung Wariori dan Bendung Aimasi di Kabupaten Manokwari. Bendung Wariori menyediakan air irigasi untuk mengairi Di Wariori yang mencapai 3.450 hektar. Sedangkan, Bendung Aimasi menyediakan air irigasi bagi lahan seluas 1.700 hektar.
Baca juga : Soal Wacana Bertemu Mega, Prabowo: Insya Allah...
Sementara, di Kabupaten Manokwari Selatan dibangun Bendung DI Oransbari sebagai penunjang program ketahanan pangan serta mengoptimalisasi lahan persawahan. “Bendung Oransbari dapat mengairi areal persawahan potensial seluas 3.016 hektar. Saat ini sudah berfungsi mengairi 700 hektar persawahan,” ujar Menteri Basuki.
Pembangunan infrastruktur di Tanah Papua juga semakin menarik minat investor.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Periode 2019-2024 Bahlil Lahadalia mengatakan, dalam 10 tahun terakhir investasi di Kawasan Indonesia Timur dan Papua diarahkan kepada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan juga Program Strategis Nasional (PSN) di sana. Kawasan Ekonomi Khusus di Papua kini bersaing dengan kawasan industri di Maluku Utara.
“Sejumlah daerah mengembangkan hilirisasi, seperti Morowali, Halmahera dan Sorong. Daerah-daerah tersebut telah memberikan perekonomian dan peningkatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” jelas Bahlil yang kini menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Baca juga : Budaya Siaga Bencana Harus Mulai Dibangun
Perekonomian di Sorong pun sudah maju. Wilayah ini didorong untuk memajukan industri pupuk dan blue etanol di Bintuni. Demikian juga di Nabire, ada blok eks Freeport. “Itu semua prospek bagus untuk Papua,” katanya.
Mengenai kualitas SDM, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kemajuan. Tahun 2020, status pembangunan manusia Papua berada di level sedang. Lalu terus meningkat. Dan menjadi 62,25 pada tahun 2023.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Theofransus Litaay mengatakan, selama 10 tahun terakhir, pembangunan di Papua juga telah menurunkan tingkat kemiskinan dan naiknya angka harapan hidup.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 26 September 2024 dengan judul Indonesiasentris Dongkrak Perekonomian Di Luar Jawa
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.