RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia perlu mewaspadai dampak konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan Israel. Konflik kedua negara tersebut dikhawatirkan membuat harga minyak dunia melonjak dan berpotensi memengaruhi ekonomi Indonesia.
"Kita harus mempersiapkan diri agar tidak terlambat menghadapi skenario-skenario terburuk di masa depan," Airlangga dalam wawancara khusus dengan Rakyat Merdeka, di kantornya, Jakarta, Rabu (3/10/2204).
Baca juga : Pondasi Ekonomi Kuat, Airlangga: Indonesia Siap Hadapi Masa Depan
Menurut Airlangga, ekonomi global saat ini masih dalam fase pemulihan pasca-pandemi, dengan proyeksi pertumbuhan hingga 2025 berada di angka 3,5 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi, di mana ekonomi dunia mampu tumbuh hingga 6 persen. Salah satu negara yang mengalami penurunan tajam adalah China, yang saat ini menghadapi tantangan besar di sektor properti. Padahal perekonomian Indonesia sangat bergantung pada perdagangan dengan China. Nilai perdagangan Indonesia dengan China mencapai 120 miliar dolar AS.
"Untuk bisa tumbuh dengan baik, kondisi global harus membaik. Namun, saat ini kondisi global masih penuh ketidakpastian, termasuk eskalasi konflik di Iran," ujarnya.
Baca juga : Timnas Cuma Butuh Seri Lawan Yaman, Begini Skenario Lolos Piala Asia U-20
Ia menambahkan, konflik tersebut dapat memicu kenaikan harga minyak dunia, yang akan berdampak langsung pada Indonesia, mengingat besarnya subsidi energi yang diberikan pemerintah.
Airlangga mengingatkan bahwa sebelumnya lonjakan harga minyak dunia terjadi saat perang Rusia-Ukraina pecah, meskipun saat ini dunia mulai beradaptasi dengan situasi tersebut. Namun, konflik antara Iran dan Israel menimbulkan kekhawatiran baru. "Situasi terbaru ini lebih mengkhawatirkan karena melibatkan negara-negara besar dengan sejarah konflik panjang," lanjutnya.
Baca juga : Kepercayaan Publik ke Pegadaian yang Tak Pernah Tergadaikan
Menko Perekonomian menegaskan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi kemungkinan lonjakan harga komoditas, khususnya minyak. Ia juga menyoroti ancaman terhadap ketahanan pangan nasional, di mana beberapa negara seperti India, Vietnam, dan Thailand telah mengambil langkah untuk melarang ekspor pangan demi melindungi pasokan domestik mereka.
"Ke depan, yang harus menjadi prioritas utama kita adalah menjaga ketahanan energi dan pangan. Kita harus mempersiapkan diri," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.