Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kepercayaan Publik ke Pegadaian yang Tak Pernah Tergadaikan
Jumat, 27 September 2024 20:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pegadaian sudah mengabdi di negeri ini selama 123 tahun. Dalam kurun waktu hampir 1,25 abad tersebut, kepercayaan publik ke Pegadaian tetap tinggi. Kepercayaan publik ke Pegadaian tak pernah tergadaikan.
Tingginya kepercayaan publik pada Pegadaian ini dipuji oleh Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron. Sebagai mitra kerja, Herman mengaku tak pernah mendengar terjadi fraud atau masalah hukum di Pegadaian. Semua bisnis Pegadaian berjalan dengan baik. Aset-aset Pegadaian juga terus meningkat.
“Kita beri apresiasi untuk Pegadaian, yang tidak pernah terjadi fraud, tidak pernah ada masalah hukum. Menurut saya, Pegadaian memiliki tingkat kepercayaan publik yang sangat tinggi,” ujar Herman, di Jakarta, Jumat (27/9/2024).
Politisi asal Cirebon, Jawa Barat, ini berharap, kepercayaan publik yang tinggi tersebut dapat terus dijaga oleh Pegadaian. Sebab, dalam bisnis pembiayaan, kepercayaan publik adalah modal utama. Jika publik percaya, bisnis pembiayaan akan terus berkembang.
Baca juga : Bapenda Banten Gandeng KIP
“Modal utama bisnis pembiayaan adalah trust (kepercayaan). Publik mau menyimpan barangnya di Pegadaian, itu karena trust,” terang peraih gelar doktor dari Universitas Padjadjaran, Bandung, ini.
Herman juga memuji kinerja Pegadaian selama ini. Dia melihat, Pegadaian terus berkembang, baik dari segi aset maupun omzet. Saat ini, aset Pegadaian sudah mencapai Rp 98,935 triliun.
Menurut Herman, hal ini tidak lepas dari inovasi dan terobosan yang dilakukan Pegadaian. Pegadaian sukses mengambangkan bisnisnya pada sistem pembiayaan non-konvesional.
“Dulu, Pegadaian hanya memberikan modal berdasarkan barang gadai. Sekarang, mereka bisa memberikan modal tanpa barang gadai, meskipun jumlahlah terbatas,” ucap Herman, memberikan contoh.
Menuju Aset Rp 100 Triliun
Baca juga : Dukung Keterbukaan Informasi Publik, Bapenda Banten Gandeng KIP
Dalam empat tahun terakhir, aset Pegadaian terus mengalami peningkatan secara signifikan. Hal itu terlihat dari Laporan Tahunan Pegadaian tahun 2023. Pada tahun 2020, total aset Pegadaian tercatat sebesar Rp 71,469 triliun. Di 2021, saat terjadi pandemi Covid-19, aset Pegadaian sedikit menurun menjadi Rp 65,776 triliun. Pada 2022, Pegadaian berhasil “rebound” dengan total aset menjadi Rp 73,329 triliun. Pada 2023, aset Pegadaian melonjak menjadi Rp 82,585 triliun.
Kenaikan lebih besar terjadi di 2024, dengan per Agustus 2024, total aset Pegadaian sudah mencapai Rp 98,935 triliun. Dengan kenaikan yang sangat signifikan tersebut, aset perusahaan dulunya bernama Bank Van Leening ini berpeluang mencapai Rp 100 triliun pada akhir tahun 2024.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menerangkan bahwa pertumbuhan aset Pegadaian ini didorong oleh peningkatan penyaluran pinjaman. Outstanding loan (saldo uang pinjaman) Pegadaian per 31 Agustus 2024 tercatat sebesar Rp 81,846 triliun. Angka ini tumbuh 25,8 persen secara yoy.
“Kami harap, aset ini dapat terus bertumbuh dan berkembang sejalan dengan peningkatan kinerja Pegadaian. Apalagi sekarang kami sudah tergabung dalam holding ultra mikro. Semoga ke depannya kinerja perusahaan terus meningkat dan semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat dari Pegadaian, khususnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah),” ujar Damar, dalam keterangan resmi Pegadaian, Jumat (27/9/2024).
Baca juga : KPU Jateng Akan Gelar Tiga Kali Debat Terbuka
Mengenai operasional bisnis, Damar memastikan, Pegadaian berkomitmen untuk terus memberikan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat, serta menghasilkan kinerja terbaik. Tidak hanya dalam industri pergadaian dan pembiayaan UMKM, Pegadaian juga mulai melebarkan sayap dalam mengembangkan ekosistem emas untuk terwujudnya visi perusahaan dan mendukung Pemerintah mencapai Indonesia Emas 2025.
Damar menerangkan, Pegadaian akan terus melakukan optimalisasi aset dan service excellence guna meningkatkan kinerja positif perusahaan ke depan secara berkelanjutan. Termasuk penurunan Non Performing Loan (NPL).
“NPL berhasil ditekan menjadi 0,93 persen per 31 Agustus 2024 dari angka 1,71 persen pada Agustus 2023. Ini turut mendukung catatan kinerja positif perusahaan,” terang Damar.**
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya