RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa memastikan, bonus demografi memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif yang masuk ke pasar kerja, kita punya potensi besar untuk meningkatkan produktivitas ekonomi, mengurangi kemiskinan, juga menciptakan lapangan kerja dan wirausaha baru,” kata Suharso kepada Rakyat Merdeka.
Sejauh ini, kata Suharso, Indonesia telah membukukan empat pencapaian dalam memanfaatkan bonus demografi untuk mendukung pencapaian SDGs.
Pertama, pengurangan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi (SDG 1 dan SDG 10).
Dalam konteks ini, Indonesia berhasil menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan dengan memanfaatkan bonus demografi.
Penduduk usia produktif yang bekerja membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga, pada gilirannya berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan.
Baca juga : IICC 2024, Momentum Indonesia Perkuat Langkah Perangi Kanker
“Program pemerintah seperti pelatihan vokasional dan dukungan bagi UMKM juga mendorong terciptanya lapangan kerja baru dan memperluas inklusi ekonomi,” tutur Suharso.
Kedua, peningkatan akses dan kualitas pendidikan (SDG 4). Seiring meningkatnya pendapatan rumah tangga, akses terhadap pendidikan yang lebih baik juga meningkat.
Pemerintah terus memperkuat sistem pendidikan melalui peningkatan kualitas pengajaran, akses pendidikan tinggi, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Hal ini penting agar penduduk usia produktif memiliki keterampilan yang memadai untuk bersaing di pasar kerja global, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Ketiga, peningkatan kesehatan ibu dan anak (SDG 3).
“Bonus demografi juga berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Karena penduduk usia produktif yang lebih mapan secara eko nomi, mampu berinvestasi lebih dalam aspek kesehatan,” papar Suharso.
Baca juga : AstraZeneca Indonesia Komit Tingkatkan Deteksi Dini Penyakit Pernapasan
Pemerintah memprioritaskan program kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, antara lain melalui Jaminan Kesehatan nasional (JKn) dan peningkatan infrastruktur kesehatan di berbagai wilayah.
Keempat, peningkatan kapasitas fiskal pemerintah.
Peningkatan jumlah penduduk usia produktif yang bekerja, dilaporkan turut meningkatkan penerimaan pajak, yang pada akhirnya memperbesar kapasitas fiskal negara.
Dengan sumber daya ini, pemerintah dapat menjalankan program pembangunan lebih luas, termasuk pembangunan infrastruktur, perluasan jaminan sosial, serta berbagai intervensi kebijakan di sektor pendidikan dan kesehatan.
Suharso menerangkan, bonus demografi terjadi ketika proporsi penduduk usia produktif lebih besar dibanding penduduk nonproduktif.
Menurutnya, Indonesia telah memasuki periode ini sejak 2012 dan diperkirakan akan berlangsung hingga 2039- 2041.
Baca juga : Pos Indonesia Boyolali Optimalkan Penyaluran Bansos Door to Door
“Untuk memaksimalkan bonus demografi, investasi di bidang sumber daya manusia (SDM) menjadi sangat penting,” cetus Suharso.
Di sektor pendidikan, akses terhadap pendidikan yang lebih baik, membantu mempersempit kesenjangan antarwilayah, gender, dan status sosial, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Angka Partisipasi Kasar (SPK) SMA/SMK kelompok 20 persen termiskin meningkat dari 58,81 persen pada 2014 menjadi 75,89 persen pada 2023. Pada periode yang sama, APK Perguruan Tinggi naik dari 13,94 persen menjadi 17,51 persen pada periode yang sama.
Strategi Agar Optimal
Suharso menekankan pentingnya sejumlah strategi, agar manfaat bonus demografi bisa terus dioptimalkan. seperti meningkatkan kualitas SDM, menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, mengatasi NEET (not in employment, education, or training), meningkatkan angka partisipasi kerja perempuan, serta memperkuat literasi keuangan dan investasi.
Dia bilang, semua strategi ini penting untuk memastikan penduduk lanjut usia tidak menjadi beban di masa depan. di samping itu, bonus demografi juga bisa mendorong percepatan pencapaian SDGs.
“Sumber daya manusia yang produktif dan inovatif diharapkan bisa menjadi kunci dalam mempercepat pelaksanaan SDGs, dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM untuk menurunkan kemiskinan, meningkatkan kapasitas fiskal daerah, menciptakan pemerataan ekonomi, serta mewujudkan transformasi ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.