Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pos Indonesia Boyolali Optimalkan Penyaluran Bansos Door to Door
Jumat, 4 Oktober 2024 16:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos Sembako kembali disalurkan pada September 2024. Penyaluran ini rutin disalurkan setiap tiga bulan sekali oleh Kementerian Sosial melalui mitra.
Salah satu mitra penyalurnya adalah PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND. Pada penyaluran bansos PKH dan sembako ini, Pos Indonesia menyalurkan di sejumlah wilayah, di antaranya di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Executive Manager Pos Indonesia Kantor Cabang (KC) Boyolali, Ahmad Fazil mengatakan, pada penyaluran bansos PKH dan sembako tahap III ini alokasinya sama seperti tahap I dan II, yaitu 17.345 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Guna memaksimalkan proses penyaluran bansos agar tiba tepat waktu di tangan KPM, Kantorpos KC Boyolali melakukan sejumlah persiapan. Terutama yang berkaitan dengan data. “Data kami terima dari Kementerian Sosial, kemudian sudah diolah dan disiapkan dokumen pra-penyaluran, yaitu danom yang akan menjadi bukti penyerahan dana kepada KPM,” kata Ahmad.
Selanjutnya, pihaknya akan memetakan lokasi penyaluran untuk mempersiapkan tenaga juru bayar. Pihaknya aman menghitung juru bayar yang dibutuhkan. “Kami juga mapping komunitas dan keperluan untuk penyerahan secara door to door,” ujarnya.
Adapun mekanisme penyaluran bansos yang diterapkan Kantorpos KC Boyolali yakni dibayarkan di Kantorpos dan door to door. Untuk door to door dilakukan bagi KPM yang sedang sakit, berusia lanjut, atau disabilitas.
“Mekanisme penyaluran kami ada dua, yang paling banyak komunitas. Kami bayarkan di kantor cabang pembantu (KCP) di beberapa titik bagi. Di Boyolali ada 18 KCP. Selain itu kami juga melakukan pembayaran secara door to door untuk KPM yang tidak mungkin hadir di lokasi pembagian,” ucapnya.
Dalam mengemban amanah pemerintah untuk menyalurkan bansos ke tangan penerima, Kantorpos KC Boyolali selalu siap sedia. Bahkan kata Ahmad, tak ada hambatan berarti yang dialami.
Baca juga : Ketika Indonesia Jadi Contoh Transformasi Pendidikan Dengan Teknologi
“Hanya ada satu hal yang cukup menantang yaitu kaitannya dengan penggunaan aplikasi. Di Boyolali ada beberapa daerah yang sulit sinyal, sementara kita sudah membagikan bantuan ini secara digital,” ujarnya.
Menurut dia, semua terekam di dalam sistem yang dinamakan PGC dan membutuhkan sinyal yang kuat. Ada beberapa titik yang tidak bisa diakses sinyal, sehingga sangat menantang.
Lebih lanjut, Ahmad berharap, dengan kesiapan sumber daya dan dengan dukungan teknologi digital yang dimiliki Pos Indonesia, agar ke depan pemerintah selalu menjadikan Pos sebagai mitra pengantaran bantuan.
“Kami selalu optimis dan siap menjalankan penugasan penyaluran bantuan sosial. Harapan ke depannya bisa full digital karena kita harus memanfaatkan teknologi yang ada. Mekanisme penulisan bukti serah bisa dilakukan secara digital. Saya rasa hal itu akan membantu kami dan tim auditor juga untuk memastikan kesesuaian penyaluran bansos,” tuturnya.
Lancar dan sukses pengantaran bansos hingga ke tangan penerima, tak lepas dari peran sentral petugas juru bayar. Sebagai ujung tombak pengantaran bantuan, tentu tanggung jawab yang diemban petugas juru bayar tak main-main.
“Banyak suka duka selama saya menjadi petugas juru bayar,” ujar petugas juru bayar penyaluran bansos di KC Boyolali, Sunardi.
Sukanya, kata dia, bisa berinteraksi dengan masyarakat, bisa tahu kegiatan masyarakat di Boyolali. Kalau dukanya itu terkait data. Kadang di data penerima ada alamat yang tidak jelas. Solusinya saya berkoordinasi dulu dengan aparat desa minta tolong dicek NIK penerima untuk dicari alamatnya.
“Ada kepuasan tersendiri bisa menyalurkan bantuan dan diterima langsung oleh penerima yang memang membutuhkan,” kata Sunardi.
Baca juga : Duta Besar Indonesia Untuk Jepang Heri Akhmadi Rayakan Peluncuran HITO
Para KPM selain mengambil langsung bansos di Kantorpos sesuai jadwal, ada juga yang diantarkan bansosnya oleh petugas ke rumah. Untuk KPM yang tidak bisa datang ke lokasi pembayaran, maka pihak RT/RW akan konfirmasi ke Kantorpos minta diantar ke rumah KPM.
“Begitu juga untuk bantuan yang sudah lama lewat dari jadwal dan belum diambil, kita inisiatif mengantarkan ke rumah KPM,” katanya.
Saat ini, dia hanya satu-satunya petugas juru bayar yang ditugaskan di Kecamatan Boyolali.“Kalau Kantorpos cabang ada masing-masing satu petugas juga,” ujarnya.
Dia merasa senang bisa berkontribusi membantu menyalurkan bansos kepada masyarakat yang membutuhkan. Sunardi berharap pemerintah akan terus menunjuk Pos Indonesia sebagai penyalur bansos.
“Harapan saya semoga pemerintah dan dinas terkait masih tetap terus mempercayakan Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan. Semoga tahun berikutnya ditambah lagi untuk penyaluran bantuan lainnya,” ujarnya.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Boyolali menyampaikan rasa terima kasih atas penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Pos Indonesia. Mereka mengaku terbantu dengan pelayanan cepat dan ramah, terutama dari petugas juru bayar yang mengantarkan bantuan langsung ke rumah.
“Penyaluran PKH di Kantorpos sangat baik. Sistem antrean sudah diatur dengan baik sehingga tidak ada penumpukan. Pelayanannya cepat, dan lansia serta ibu hamil diprioritaskan,” ujar Suji Parianto, salah satu KPM.
Suji berharap agar penyaluran bansos terus dilakukan melalui Kantorpos. Ia merasa pengambilan bantuan di Kantorpos lebih tepat dibanding menggunakan ATM, terutama bagi lansia. “Lebih baik jika petugas Kantorpos datang langsung ke rumah penerima, jemput bola,” tambahnya.
Baca juga : Dukung Potensi Anak Indonesia, Biskuat Kolaborasi Epik Dengan Manchester United
Suji juga menyebutkan bahwa dirinya telah menerima bansos PKH dua kali, dengan nominal Rp 375 ribu dan Rp 600 ribu. Bantuan ini sangat membantu untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan pokok. “Saya berharap pencairan di triwulan ketiga tetap berjalan baik, seperti sebelumnya,” tuturnya.
Dedi Wibowo, seorang penjual es, juga merasakan manfaat besar dari bansos yang diterimanya. Pencairan bantuan di Kantorpos menurutnya cepat dan tidak ada pungutan biaya. Ia juga mengapresiasi layanan door to door yang membantu KPM yang tidak bisa hadir.
Dedi, yang penghasilannya bergantung pada jadwal sekolah, menjelaskan bahwa saat sekolah libur, ia tidak bisa berjualan. Dedi menerima bansos PKH sebesar Rp 600 ribu setiap tiga bulan dan berharap bantuan ini terus cair secara rutin untuk kebutuhan keluarganya.
Ngalinem, seorang KPM lanjut usia, merasa bersyukur dengan bantuan yang disalurkan secara door to door oleh petugas Pos. “Pak Pos datang langsung ke rumah dan saya mendapatkan bantuan Rp 600 ribu. Alhamdulillah, sangat membantu,” ujarnya.
Meski telah berusia lanjut, Ngalinem tetap bekerja dengan membuka warung. Ia memiliki banyak pelanggan tetap dan penghasilan dari warungnya bisa mencapai Rp 300 ribu per hari saat ramai. “Setiap hari saya berbelanja ke pasar pagi-pagi sekali, masak sendiri, dan buka warung dari jam 07.00 sampai 18.00,” tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya