RM.id Rakyat Merdeka - Menko Polkam, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, Kamala Shirin Lakhdhir, di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (17/12/2024). Dalam pertemuan ini, Amerika menyampaikan komitmen untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dubes Lakhdhir datang ke Kemenko Polkam didampingi Political Counselor David Muehlke, Deputy Political Counselor Scott Linton, dan Supervisory Political Specialist Arfa Mahardika. Kedatangannya disambut langsung Menko Polkam dengan ramah.
Pertemuan Menko Polkam dan Dubes Lakhdhir berlangsung akrab dan hangat. Senyum lebar menghiasi wajah masing-masing.
Baca juga : Jokowi Dan Gibran Terima Dengan Lapang
Dalam pertemuan tersebut, Menko Polkam menyampaikan, apresiasi atas dukungan Amerika Serikat terhadap program prioritas nasional, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo, serta kerja sama pertahanan melalui Defense Cooperation Arrangement (DCA). Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas kolaborasi kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Kami menyambut baik penguatan kolaborasi di bidang pertahanan sebagai salah satu wujud implementasi kemitraan strategis komprehensif. Hal ini sejalan dengan kepentingan kedua negara dalam mewujudkan Indo-Pasifik yang aman, damai, dan stabil,” jelas mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini.
Menurut Menko Polkam, dalam pertemuan ini, Dubes Lakhdhir mengapresiasi langkah konkret Pemerintah Indonesia membentuk 7 Desk Kemenko Polkam yang berfokus pada penyelesaian berbagai isu strategis. Dia pun memastikan, Indonesia akan terus berupaya menangani permasalahan-permasalahan strategis secara efektif dan terkoordinasi. "Termasuk melalui pembentukan desk khusus yang melibatkan sinergi lintas kementerian dan lembaga,” ujar Menko Polkam.
Baca juga : 1 Dolar = 16.000 Rupiah, Airlangga: Nanti Kita Lihat...
Dengan semangat kemitraan yang kuat, Menko Polkam optimis hubungan Indonesia-Amerika Serikat akan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas dan kesejahteraan kedua negara. “Hubungan baik antara kedua negara akan terus kita tingkatkan demi menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” pungkasnya.
Hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat telah berjalan selama 75 tahun. Sebagai tonggak penting hubungan kedua negara, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, di Gedung Putih, Washington DC, 12 November lalu. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Amerika Serikat menyatakan mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo dan program-program prioritas nasional yaitu Asta Cita.
Pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Teuku Rezasyah, menyambut baik dukungan AS terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo. Dia menyebut, sikap itu menjadi pertanda baik bahwa selama lima tahun mendatang, Pemerintah Indonesia punya dukungan negara adidaya dalam mengeksekusi program prioritas nasional.
"Ini menumbuhkan keyakinan bahwa kita punya teman hebat dan dia benar-benar serius mendukung kita," ungkap Teuku Rezasyah, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (17/12/2024).
Baca juga : Agus Sujanto: Upaya Sosialisasi Dari Pemerintah Masih Minim
Teuku berharap, dukungan Amerika itu bisa lebih konkret. Sebab, China dan Australia juga menyampaikan dukungan serupa. Sehingga, pembahasan kedua negara harus lebih bersifat makro dan menentukan program apa saja yang bisa dilakukan bersama dalam waktu dekat.
"Tentukan apa saja dari Asta Cita itu yang akan dikerjakan bersama dengan kecepatan penuh dan yang bisa digerakkan pelan-pelan," sarannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.