BREAKING NEWS
 

52 Dokter Muda dari Berbagai Daerah Ikuti PPDS Berbasis Rumah Sakit

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 7 Februari 2025 13:10 WIB
Dokter muda dari berbagai daerah mengikuti PPDS. (Foto: Dok. Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 52 dokter muda dari berbagai wilayah Indonesia tengah mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit yang diselesanggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pendidikan ini menjadi langkah strategis Pemerintah dalam memastikan dokter spesialis tersedia dan kembali mengabdi di wilayah asalnya setelah menyelesaikan pendidikan.

Seperti disiarkan dalam laman sehatnegerku.kemenkes.go.id, langkah ini diambil untuk mengatasi ketimpangan distribusi dokter spesialis. Selama ini dokter spesialis terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara banyak daerah masih kekurangan tenaga medis yang mumpuni.

Saat ini, Indonesia hanya mampu mencetak sekitar 2.700 dokter spesialis per tahun, jauh dari kebutuhan ideal yang mencapai 32.000 dokter spesialis per tahun. Akibatnya, layanan kesehatan, terutama dalam menangani penyakit katastropik seperti stroke, jantung, kanker, dan gagal ginjal, masih belum merata.

Baca juga : Keputusan Pemerintah Tunda Pelantikan Kepala Daerah Diapreasiasi, Ini Alasannya

Pemerintah menargetkan, dalam beberapa tahun ke depan, seluruh rumah sakit di Indonesia, termasuk di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, memiliki tenaga dokter spesialis yang cukup.

Adsense

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam acara Orientasi Pusat Peserta Didik PPDS Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), menekankan bahwa kebijakan seleksi peserta PPDS dari daerah bertujuan agar mereka dapat kembali mengabdi di tempat asalnya setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan begitu, masyarakat di berbagai wilayah tidak perlu lagi dirujuk ke kota besar untuk mendapatkan layanan dokter spesialis.

Sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan, Pemerintah juga membangun 66 rumah sakit baru di berbagai kabupaten/kota, dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang lebih modern. Namun, pembangunan infrastruktur ini tidak akan berdampak besar tanpa ketersediaan tenaga medis yang memadai.

Baca juga : Karakter dan Jati Diri Bangsa Jadi Program Prioritas Pemerintah

Menkes menegaskan, masalah utama bukan hanya kekurangan dokter spesialis, tetapi juga distribusi yang tidak merata. Oleh karena itu, sistem pendidikan dokter spesialis kini difokuskan untuk lebih berpihak pada kebutuhan daerah dengan mempercepat penempatan dokter spesialis di wilayah-wilayah yang masih kekurangan.

Selain percepatan jumlah dokter spesialis, Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan lingkungan pendidikan yang lebih profesional dan berbasis kompetensi. Pendidikan dokter spesialis di Indonesia akan semakin mengadopsi standar internasional, dengan calon dokter spesialis akan mendapatkan pendampingan langsung dari konsulen tanpa harus terbebani biaya pendidikan yang tinggi. Dengan sistem ini, diharapkan semakin banyak dokter muda dari daerah yang dapat melanjutkan pendidikan spesialis tanpa terkendala biaya dan dapat kembali berkontribusi bagi masyarakat di wilayahnya.

Sebanyak 52 peserta didik PPDS yang berasal dari berbagai daerah telah memulai pendidikan dalam berbagai bidang, seperti Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Kesehatan Mata, Neurologi, Jantung dan Pembuluh Darah, Ortopedi dan Traumatologi, serta Onkologi. Program ini menjadi langkah awal untuk memastikan layanan kesehatan spesialis semakin merata di seluruh Indonesia.

Baca juga : Gerindra: Berani Korupsi, Ada Sanksi Tegas Menanti

Kemenkes juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan (LPDP); Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi; universitas; dan kolegium atas kerja sama dalam menyukseskan program ini. Dengan implementasi PPDS berbasis rumah sakit ini, diharapkan sistem kesehatan nasional menjadi lebih adil, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense