RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen menanggulangi aksi premanisme berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyasar pabrik-pabrik. Pasalnya, persoalan itu membuat gerah kalangan industri.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan mengatakan, pihaknya akan mengundang semua pemangku kepentingan, duduk satu meja, mencari solusi untuk memberantas premanisme yang menyasar pabrik.
Sebagai langkah awal, Kemnaker akan mengundang Himpunan Kawasan Industri, Kementerian Investasi, Kementerian Perindustrian, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Barat (Jabar) dan Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Kemudian, lanjutnya, Pemda Jawa Tengah (Jateng), Daerah Khusus Yogyakarta (DKY) dan Jawa Timur (Jatim).
Baca juga : Kotak Kosong Manggung Lagi Di PSU Banjarbaru
“Langkah pertama kami mulai dari Pulau Jawa, selanjutnya akan menjadi percontohan bagi seluruh provinsi,” ujar Noel-sapaan Immanuel Ebenezer Gerungan dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).
Lebih lanjut, dia menegaskan, aksi premanisme yang dilakukan ormas ke pabrik-pabrik harus diberantas secara tuntas agar tidak menimbulkan kerugian negara yang lebih besar.
“Kalau tidak segera ditanggulangi, ini akan mengganggu penyediaan lapangan kerja. Imbauan dan definisi masalah sudah cukup, saatnya aksi nyata (pemberantasan),” cetusnya.
Baca juga : Diperiksa KPK 3,5 Jam, Djan: Tanya Penyidiknya
Noel mengungkapkan, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengeluhkan masalah premanisme, jauh sebelum Lebaran. Para ormas kerap melakukan aksi penyegelan pabrik, sehingga barang produksi maupun karyawan pabrik tidak bisa keluar dan masuk, serta berpotensi menghilangkan penerimaan negara mencapai triliunan rupiah.
“Keluhan ini sudah ditanggapi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi, dan para pengamat. Semuanya menyesalkan tindakan ormas yang bergaya preman, menekan pabrik dan perusahaan, meminta sumbangan, pekerjaan, limbah dan fasilitas lain,” tuturnya.
Menurut Noel, ormas bergaya preman ini kembali memanfaatkan situasi dengan meminta Tunjangan Hari Raya (THR). Salah satu yang viral di media sosial, video Preman Cikiwul yang meminta THR ke sebuah pabrik dengan cara memaksa di Bekasi.
Baca juga : Kualitas BBM Terjaga, Stok LPG Cukup & Listrik Aman
Menurutnya, hanya tindakan pidana yang bisa memberantas ormas bergaya preman itu.
“Kami akan rumuskan langkah konkret. Melalui koordinasi Kemdagri, Polri dan semua provinsi. Kami akan melangkah bersama, memberantas premanisme yang meresahkan pabrik/perusahaan,” tandasnya.
Anggota Komisi III DPR Abdullah mengamini, aksi premanisme sangat meresahkan para pelaku usaha. Menjelang hari raya, aksi mereka semakin mencolok, keliling kebeberapa lokasi untuk meminta THR.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.