Sebelumnya
“Tahun ini, aksi mereka ramai menjadi sorotan, karena terekam kamera, kemudian viral di media sosial. Masyarakat juga ikut mengecam aksi premanisme berkedok ormas yang sangat meresahkan,” ujarnya.
Menurut Abdullah, aksi pemalakan preman tak hanya terjadi di satu daerah, tapi di banyak lokasi. Bahkan, para preman kerap melakukan kekerasan kepada korbannya, jika permintaan mereka tidak dikabulkan.
“Mereka membawa senjata tajam dan melakukan kekerasan terhadap korban. Itu bentuk premanisme yang tidak boleh dibiarkan,” tegas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VI itu.
Baca juga : Kotak Kosong Manggung Lagi Di PSU Banjarbaru
Sebab itu, dia mendorong pihak kepolisian menertibkan dan menangkap para preman yang mengaku sebagai ormas.
“Dengan melakukan pemerasan dan kekerasan, mereka sudah melakukan tindak pidana,” tegasnya.
Aksi premanisme yang kian marak jelang hari raya, juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X.
Baca juga : Diperiksa KPK 3,5 Jam, Djan: Tanya Penyidiknya
“Buat info aja nih, pabrik adalah ladang kakap oknum ormas untuk dapat uang dengan dalih ini dan itu atau kegiatan ini dan itu, yang tidak ada laporan dan dokumentasi pra dan pasca kegiatannya. Kalau di pabrik sudah dapat, mereka akan datang ke ladang terinya, yakni pasar atau toko-toko. Kalau kita nggak kasih uang bakal di ancem ini dan itu,” tulis akun @whinieesthebeast8292.
“Gue yakin, premanisme pasti bisa diberantas. Syaratnya, semua pihak harus kompak menolak,” cuit akun @128126712.
“Jangan hanya diberantas, pak. Harus ditelusuri juga, aliran dana hasil malaknya lari kemana saja. Kalau ada yang nyetor ke aparat atau aparatur, si oknum itu juga harus diseret ke ranah hukum,” timpal akun @ckarangpantanggoyang.
Baca juga : Kualitas BBM Terjaga, Stok LPG Cukup & Listrik Aman
“Saya juga sudah muak dengan premanisme ormas. Kasihan itu pedagang kecil, untung mereka nggak seberapa, tapi tetap disuruh setor uang kemanan yang nggak jelas larinya kemana,” tegas akun @kampassclucth. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.