Sebelumnya
“Nantinya keluarga dari anggota koperasi dapat menjadi agen BRI-Link. Jadi sebetulnya Kopdes ini juga akan memperpendek akses, mempermudah akses ya dari perbankan, dari pusat, langsung kepada pedesaan,” ujarnya.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyampaikan Kopdes Merah Putih wajib membayar pinjaman dengan plafon Rp 5 miliar tadi. Sementara itu, APBN akan bekerja sebagai penjamin daripada pinjaman tersebut.
Budi menjelaskan, APBN akan berperan ketika Kopdes mengalami kesulitan bayar. Nantinya, Pemerintah bisa memotong jumlah dana desa yang dikucurkan ke lokasi Kopdes itu beroperasi.
“Nanti detailnya tanya Menteri Keuangan ya, tapi ada. Jadi kayak semacam gini loh. APBN ini semacam penjamin. Kalau ada masalah macet, dana desa ini dipotong,” terang Budi Arie di Kantor Kementeriaan Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Sabtu (3/5/2025).
Baca juga : Siswa, Guru, Orangtua Dan UMKM Happy
Ia memastikan, Kopdes bisa mencatatkan keuntungan bahkan sejak tahun pertama beroperasi. Sehingga, pinjaman Rp 5 miliar dari Himbara bisa dibayar dengan mudah.
Lagipula, dalam penyaluran kredit, Himbara sudah memiliki sistem yang ketat. Seluruh aspek yang diperlukan akan diperiksa, termasuk bagaimana para pengurusnya.
“Bukan dalam arti Kopdes dikasih semua uangnya, tidak begitu. Tapi, sama seperti proses kredit perbankan pada umumnya,” ucap Ketua Umum Projo ini.
Budi menegaskan, kehadiran Kopdes Merah Putih mampu memberantas segala bentuk praktik yang menyengsarakan masyarakat pedesaan. “Kopdes Merah Putih untuk memberantas rentenir, tengkulak dan pinjol-pinjol yang dapat menyengsarakan rakyat di desa,” tegasnya.
Baca juga : “Kerja Dengan Hati, Insya Allah Diberi Kekuatan”
Untuk diketahui, Kopdes Merah Putih dirancang dengan berbagai unit bisnis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa dan meningkatkan perekonomian lokal. Yakni kantor koperasi, gerai sembako, klinik desa, apotek desa, unit simpan pinjam, sistem pergudangan/cold storage, dan sarana logistik.
Selain permodalan, BUMN juga akan menyokong kebutuhan farmasi. Tercatat, ada tiga perusahaan pelat merah yang berencana memproduksi obat untuk memaksimalkan program ini: Bio Farma, Kimia Farma, dan Indofarma.
Bukan hanya BUMN, TNI juga berencana ikut memproduksi obat. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, produksi obat TNI akan dihasilkan melalui laboratorium farmasi militer yang sudah direvitalisasi menjadi pabrik obat pertahanan negara.
Sjafrie menjelaskan penyaluran obat produksi pabrik milik TNI ke Kopdes berkerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Pertimbangan TNI juga ikut pada produksi obat-obatan untuk masyarakat umum dengan alasan harga obat di Indonesia sangat tinggi.
Baca juga : Eri Cahyadi Dijagokan Pimpin Banteng Surabaya
Dia mengatakan TNI akan memproduksi obat tersebut dan akan disumbangkan ke apotek-apotek milik Kopdes. “Kami supply dari obat yang akan kami buat di pabrik yang terpusat ini,” pungkasnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.