BREAKING NEWS
 

Sampaikan Kuliah Umum Di Universitas Hiroshima

Menperin Sebut Industri RI Sudah Siap Lepas Landas

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 15 Juli 2025 07:30 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan kuliah umum di Universitas Hiroshima, Jepang, Senin (14/7/2025). (Foto: ADITYA NUGROHO/RM).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan kuliah umum di Universitas Hiroshima, Jepang, Senin (14/7/2025). Dalam kesempatan ini, Menperin mengenalkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN). Dengan strategi ini, industri Indonesia siap take off alias lepas landas.

Kuliah umum bertajuk “Strategi Baru Industrialisasi Indonesia untuk Ketahanan Pangan dan Energi” ini, dimulai sekitar pukul 14.00. Wartawan Rakyat Merdeka Aditya Nugroho, ikut menyaksikan langsung kuliah umum yang juga dihadiri dosen, peneliti dan mahasiswa Universitas Hiroshima.

Menperin mengatakan, SBIN sebagai kerangka komprehensif untuk menavigasi masa depan Indonesia di tengah dunia yang pasca-pandemi, pasca-karbon dan multipolar.

Baca juga : Wacana Haji Jalur Laut Disorot PKB Dan Gerindra

“SBIN bukan sekadar paket kebijakan. Namun kerangka komprehensif yang dirancang untuk menavigasi Indonesia melewati kompleksitas dunia pasca-pandemi Covid-19, pasca-karbon, dan pasca-unipolar,” ujar Menperin.

Menurut Politisi Partai Golkar itu, ekonom terkemuka Indonesia, Prof. Sumitro Djojohadikusumo mengatakan, industrialisasi bukan sekadar aktivitas ekonomi melainkan sebuah proyek politik dan peradaban. Mengambil inspirasi dari Strukturalis Amerika Latin, Sumitro memperingatkan bahwa negara-negara yang hanya mengandalkan ekspor bahan mentah akan tetap terjebak dalam siklus ketergantungan, kerentanan, dan keterbelakangan.

“Dia mempelajari Hipotesis Prebisch-Singer dan menerapkannya langsung pada konteks Indonesia, dengan mendorong pembangunan pabrik baja, pabrik pupuk, industri pengolahan, dan kapabilitas rekayasa nasional,” katanya.

Baca juga : Demer Bakal Rangkul Anak Muda

Menurut Menperin, pandangan Sumitro sejalan dengan karya ekonom Arthur Lewis, yang dalam Dual Sector Model-nya menjelaskan, industrialisasi bukan sekadar masalah investasi, melainkan transformasi struktur ketenagakerjaan, sistem kelembagaan dan penciptaan nilai.

Menperin berpendapat, Indonesia kini berada pada tahap lepas landas akhir di banyak sektor. Tidak lagi sekadar berusaha melakukan industrialisasi, tapi sedang mencoba untuk merestrukturisasi industrialisasi Indonesia sehingga tidak lagi hanya menguntungkan segmen masyarakat tertentu saja atau melayani kepentingan pasar luar saja.

“Melainkan juga mengangkat daerah pedesaan kita, memperkuat ketahanan kita dan membangun kapasitas nasional,” katanya.

Baca juga : Muhaimin Dorong Murid Cakap Akademis Dan Mandiri

Kata dia, SBIN bertumpu pada empat program nasional utama, yaitu hilirisasi sumber daya alam, peningkatan teknologi, industrialisasi hijau dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam program hilirisasi, Menperin mencontohkan bagaimana kawasan industri seperti Morowali telah berkembang dari wilayah terpencil menjadi klaster global untuk pemurnian nikel dan komponen baterai.

Adsense

“Kita tidak lagi sekadar mengekspor nikel mentah. Kini kita memproduksi stainless steel dan nikel sulfat berkualitas tinggi,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense