Sebelumnya
Selain itu, agar daya dorong regenerasi petani bisa lebih kencang, mantan Wakil Ketua MPR itu menyebut, Kemenko PM akan berusaha membuat sebuah ekosistem di tingkat desa yang menunjang kegiatan perekonomian petani muda.
“Akan kita buat ekosistem yang baik. Mulai dari koperasinya dan segala macamnya untuk petani,” tandasnya.
Baca juga : Video Sekda Bali Marahi ASN Viral, Gubernur Koster: Itu Bentuk Pembinaan
Terpisah, dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Dwi Apri Nugroho mengakui, regenerasi petani merupakan hal yang tidak bisa ditunda lagi saat ini. Apalagi jika Indonesia ingin mempertahankan ketahanan pangannya.
“Kalau tidak dilakukan regenerasi, bagaimana nanti 1020 tahun yang akan datang?" ujarnya.
Baca juga : BNPT Temukan 6.402 Konten Berbau Radikal
Menurutnya, sejumlah hal yang bisa dilakukan Pemerintah mendorong anak muda bekerja sebagai petani di antaranya melakukan pengenalan smart farming, mengintegrasikan teknologi dalam sistem pertanian hingga memberi jaminan pasar dan stabilitas harga.
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2023 rata-rata petani Indonesia didominasi dari kategori umur di atas 43 tahun.
Baca juga : Proteksi Baja Lokal Dari Produk Impor!
Detailnya, jumlah petani generasi X atau perkiraan usia 4358 tahun mencapai 42,39 persen. Kemudian, petani baby boomer atau perkiraan usia 5977 tahun mencapai 27,61 persen. Sedangkan petani milenial atau perkiraan usia 2742 tahun mencapai 25,61 persen. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 23 September 2025 dengan judul "Minat Generasi Muda Turun Ke Sawah Minim, Cak Imin Janjikan Insentif Untuk Regenerasi Petani"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.