BREAKING NEWS
 

Kebut Pemulihan Listrik Di Aceh

Bahlil Totalitas Kerahkan Seluruh Kekuatan Negara

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 12 Desember 2025 07:05 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasojo dan jajaran Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Aceh, saat memantau langsung progres pemulihan kelistrikan di lokasi bencana secara daring dii Jakarta, Rabu (9/12/2025). Foto: Dok. Kementerian ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Pemerintah terus kebut pemulihan listrik di Aceh. Ditegaskan Bahlil, Pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki negara agar pasokan listrik kembali normal

Pemulihan kelistrikan di Aceh terus mengalami perkembangan signifikan. Tapi, belum mencapai target karena pemulihan di Aceh sangat sulit di lapangan. Terkendala kerusakan berat pada jaringan transmisi dan akses lapangan.

Bahlil telah meminta PT PLN (Persero) terus mempercepat seluruh proses perbaikan agar pasokan listrik di provinsi tersebut segera kembali normal.

"Kalau ada yang belum maksimal kami memberikan pelayanan, kami memohon maaf. Kami akan terus fokus, terus berupaya, agar secara totalitas mempergunakan semua sumber-sumber kekuatan negara dalam rangka percepatan pemulihan di sektor energi yang ada, khususnya di Provinsi Aceh," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (9/12/2025).

Baca juga : Kapolri Segera Percepat Perbaikan Akses Bantuan

Melaksanakan arahan Menteri ESDM, PLN tengah melakukan memulihkan sambungan transmisi yang menghubungkan Aceh dengan backbone kelistrikan Sumatera.

"Tadi, arahan dari Pak Menteri, kami semua siap menjalankan, memulihkan transmisi dari backbone Sumatera ke Langsa (Aceh)," ujar Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasojo secara daring.

Darmawan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Aceh karena pemulihan pasokan listrik belum sepenuhnya terealisasi sesuai komitmen awal.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN melaporkan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto bahwa untuk wilayah Aceh, listrik akan menyala 93 persen pada Minggu malam 7 Desember 2025. Namun, kondisi lapangan membuat target itu belum tercapai.

Baca juga : DPR: Evaluasi Manajemen Keselamatan Gedung Publik

Kerusakan berat pada jaringan distribusi, akses lokasi yang masih tertutup material banjir, serta pertimbangan keamanan teknis menjadi faktor penghambat.

"Kami memohon maaf kepada masyarakat Aceh. Tim kami bekerja siang malam di lapangan. Namun, beberapa titik masih belum bisa dinyalakan demi menjaga keselamatan warga dan petugas," ujarnya.

Dalam laporannya, Darmawan menjelaskan, bencana telah menyebabkan kerusakan besar pada sistem kelistrikan Aceh. Terutama pada jaringan transmisi. Kerusakan terparah terjadi pada jalur transmisi Bireuen-Arun dengan enam tower roboh akibat terjangan banjir bandang. Kondisi ini diperparah dengan meluasnya badan sungai hingga ratusan meter. Akibatnya, pembangkit di Arun tidak dapat mengaliri listrik ke Banda Aceh secara optimal sehingga terjadi pemadaman bergilir.

PLN sempat melakukan proses sinkronisasi sistem dari pembangkit Arun menuju jaringan Aceh. Pada 8 Desember 2025, PLTMG Arun kembali menyuplai Gardu Induk hingga wilayah Bireuen, Takengon dan Samalanga. Namun, saat proses perluasan sinkronisasi menuju Sigli dan Banda Aceh terjadi hambatan teknis sehingga penyaluran listrik terpaksa dihentikan sementara.

Baca juga : NasDem Tolak Ide Koalisi Permanen Masuk UU Pemilu

Kendala juga terjadi pada jalur transmisi Langsa-Pangkalan Brandan, di mana lima menara transmisi (tower) roboh. Kondisi ini memutus sistem kelistrikan Aceh dengan Sistem Besar Sumatera dan meningkatkan risiko gangguan saat proses sinkronisasi. Hasil asesmen teknis menunjukkan, perbaikan lima tower tersebut membutuhkan waktu maksimal sepuluh hari agar sinkronisasi sistem Aceh dengan jalur backbone Sumatera dapat berjalan aman dan tuntas. Hingga saat ini, Banda Aceh masih mengalami pemadaman bergilir akibat kekurangan pasokan sekitar 40 MW.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense