BREAKING NEWS
 

Mengunjungi Dapur Gizi Jimmy Hantu Di Bogor

Sisa MBG Jadi Pakan Ternak, Karyawannya Warga Sekitar

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 17 Desember 2025 07:00 WIB
Pekerja mempersiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). SPPG tersebut mampu membuat 8 ribu porsi MBG dalam sehari. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA /RM.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya bicara soal asupan gizi anak sekolah. Di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukamanti, Kabupaten Bogor, program ini juga menggerakkan ekonomi warga sekitar.

Di dapur gizi yang dikelola Sujimin atau Jimmy Hantu, seluruh operasional dijalankan oleh warga sekitar. Sisa makanan yang tak terpakai pun tak dibuang percuma. Limbah dapur diolah kembali menjadi pakan ternak atau pupuk, sehingga nyaris tak menyisakan sampah.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengajak sejumlah media nasional mengunjungi SPPG Mutiara Keraton di Kecamatan Tamansari, Bogor, Selasa (16/12/2025). Rakyat Merdeka ikut dalam rombongan kunjungan tersebut. Kegiatan ini dipimpin langsung Juru Bicara BGN Dian Fatwa.

Baca juga : Krisis Iklim Jadi Tantangan Bagi Ketahanan Nasional

Dapur gizi milik Jimmy Hantu berada di kaki Gunung Salak, sekitar dua jam perjalanan dari Jakarta. Rombongan tiba sekitar pukul 09.30 WIB. Tiba di lokasi, Jimmy Hantu menyambut rombongan dengan hangat.

Setelah bertukar sapa, Jimmy lalu mengajak rombongan meninjau aktivitas dapur. Mulai dari proses memasak, pemorsian makanan, hingga pendistribusian ke SMPN 1 Tamansari, Kabupaten Bogor.

SPPG Sukamanti melayani 25 sekolah di Kecamatan Tamansari. Setiap hari, dapur ini memproduksi sekitar 8.000 porsi makanan bergizi yang didistribusikan ke para siswa.

Baca juga : Gubernur Dan Wagub Kalbar Diminta Duduk Bersama

Dapur yang kami kunjungi tampak rapi dan bersih. Uap panas mengepul dari panci-panci besar. Sejumlah pegawai terlihat mengolah tahu. Terlihat tenang, namun cekatan.

Yang menarik dari SPPG Sukamanti adalah pengelolaan limbahnya. Sisa makanan MBG dan bahan pangan tak terpakai tidak berakhir di tempat sampah. Tapi didaur ulang menjadi pakan ternak dan pupuk. Dengan cara itu, seluruh sisa bahan tetap memiliki nilai guna dan tidak berakhir di tempat pembuangan.

Jimmy menjelaskan, pemanfaatan dilakukan sejak dari bahan paling awal hingga sisa akhir. Misalnya, peti kayu bekas buah digunakan kembali untuk kebutuhan produksi tahu. Sementara daun pisang pembungkus tauge diolah menjadi pupuk.

Baca juga : Afirmasi Angka 30 Persen, Golkar Dukung Total Perempuan

“Semuanya dimanfaatkan,” ujar Jimmy.

Sisa bahan lainnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang dikelola sendiri. Di sekitar SPPG, Jimmy memiliki kolam ikan serta peternakan bebek, entok, dan unggas lainnya. Dengan sistem ini, hasil pengolahan limbah kembali berputar untuk mendukung kebutuhan dapur MBG.

Adsense

“Kalau masih tersisa, saya timbun dengan tanah. Sebulan kemudian jadi pupuk,” katanya, singkat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense