BREAKING NEWS
 

Dukungan Terus Mengalir

Menkomdigi Siap Terapkan PP Tunas Tahun Depan

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 22 Desember 2025 07:25 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat memberikan sambutan dalam acara Temu Nasional Pegiat Literasi Digital 2025 di Jakarta, Rabu (17/12/2025). (Foto: Dok. Kemkomdigi)

 Sebelumnya 
Menurut Kawiyan, PP Tunas harus dieksekusi dengan baik dan diawasi bersama, karena tidak ada regulasi yang sempurna. “Saya berharap dengan PP ini, anak-anak makin terlindungi dari berbagai praktik kekerasan dan pelanggaran hak di ranah digital,” ujarnya. 

Dukungan serupa disampaikan praktisi pendidikan sekaligus pendiri Sekolah Cikal, Najeela Shihab. Dia menilai, PP Tunas meringankan beban orangtua, khususnya ibu, di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat. Menurutnya, aturan ini memberi dasar hukum yang kuat agar platform digital ikut bertanggung jawab menjaga keamanan anak. 

Najeela juga meminta orangtua menunda keterlibatan anak dalam media digital hingga usia yang direkomendasikan pemerintah. Fokus utama anak, kata dia, tetap harus pada interaksi sosial, pembentukan karakter, dan aktivitas fisik. “Kalau anak masih usia dini, biarkan mereka bermain, belajar sopan santun, dan berprestasi di sekolah. Mereka harus cerdas dulu di dunia nyata sebelum cerdas di dunia digital,” tegasnya. 

Ia menilai, penundaan justru menghasilkan tumbuh kembang yang seimbang serta mencegah kecanduan gawai maupun paparan konten tak layak. Namun Najeela mengingatkan bahwa pengawasan digital tidak akan berhasil tanpa konsistensi keluarga. Ia menegaskan, perlindungan digital adalah kerja bersama pemerintah, platform, dan keluarga, dimulai dari disiplin di rumah. 

Baca juga : Golkar Usul Pilkada Kembali Dipilih DPRD

Dukungan terhadap penerapan PP Tunas juga datang dari kalangan publik figur. Artis sekaligus pegiat literasi digital Marcella Zalianty mengaku lega Pemerintah akhirnya memberi payung hukum perlindungan anak di ruang digital. “Sebagai ibu, saya gembira dengan adanya PP Tunas. Dari PARFI juga berkomitmen menyosialisasikan PP tersebut karena ini penting untuk masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Marcella di acara Temu Nasional Pegiat Literasi Digital 2025, Jakarta, Rabu (17/12/2025). 

Nada serupa disampaikan kreator konten Edhozell. Ia berharap aturan ini tak hanya menindak pelanggaran, tetapi mampu melindungi generasi sejak dini. 

Adsense

“Karena kita berkaca dari 6–8 tahun yang lalu, sudah banyak kemajuan dari ruang digital makin aman, cakap, berbudaya. Semoga ke depan lebih baik lagi dari sisi regulasi, nggak cuma reaktif, tapi preventif,” kata Edho. 

Platform digital juga mulai angkat suara mendukung PP Tunas. Google Indonesia menyatakan siap berjalan bersama Pemerintah dalam upaya perlindungan anak di ruang digital. Government Affairs & Public Policy Manager Google Indonesia, Agung Pamungkas, menegaskan seluruh layanan Google sejak awal dirancang dengan standar keamanan tinggi. 

Baca juga : Muhammadiyah Siap Salurkan Ke Korban Bencana Sumatera

“Semua produk Google dibuat dengan safety by default. Secara otomatis kami sudah melindungi pengguna dari bahaya online, termasuk menjaga privasi,” ujarnya. 

Agung menjelaskan, komitmen Google berdiri di atas tiga pilar utama. Yakni perlindungan, penghormatan terhadap tahap tumbuh kembang anak, dan pemberdayaan pengguna. Kebutuhan keamanan anak usia dini, kata dia, tidak bisa disamakan dengan remaja sehingga fitur wajib disesuaikan. 

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga. “Kami ingin anak dan orangtua berdaya. Lewat fitur seperti Family Link, orang tua bisa mengatur aplikasi, waktu layar, hingga memantau aktivitas digital anak,” katanya. 

Selain SafeSearch di Google Search, pembatasan konten dewasa di YouTube, dan rating aplikasi 18+ di Google Play, Google menegaskan tidak melakukan personalisasi iklan bagi pengguna di bawah 18 tahun. 

PP Tunas Kedaulatan Digital 

Baca juga : Seorang Jaksa Nyaris Tabrak Petugas KPK, Sebelum Kabur

Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini mengapresiasi kehadiran PP Tunas. Menurut dia, perlindungan data anak merupakan bagian dari kedaulatan digital Indonesia. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense