BREAKING NEWS
 

Ara Pimpin Rapat Bencana Sumatera

Lokasi Huntap Harus Aman, Tidak Banjir Dan Jelas Hukum

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : WIDIA SAPUTRA
Jumat, 26 Desember 2025 06:55 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian (kedua kiri) saat rapat progres pembangunan 2.600 hunian tetap bagi penyintas bencana Sumatera di jakarta, Kamis (25/12/2025). Foto: Dok PKP

 Sebelumnya 
“Dirjen kami turunkan langsung agar alokasi hunian di lapangan cepat tuntas,” ucapnya. Pembangunan 2.600 hunian tetap ini seluruhnya bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan.

Pembangunan tidak menggunakan anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana tersebut berasal dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

Ara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak. Dia berterima kasih kepada kementerian, Pemda, dan Yayasan Buddha Tzu Chi.

Menurutnya, rapat di hari libur keagamaan menunjukkan kepedulian bersama. “Terima kasih semua mau meluangkan waktu di hari Natal untuk bantu rakyat kita,” ucapnya. 

Baca juga : SBY Yakin, Presiden Sudah Kerja Maksimal

Muhammad Tito Karnavian menambahkan, percepatan huntap merupakan arahan langsung Presiden. Arahan itu bertujuan agar pengungsi tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.

Tito menegaskan, negara tidak ingin penanganan pascabencana berjalan berlarut. “Kalau bisa didahului, kenapa tidak, jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu,” katanya.

Tito menjelaskan, asesmen kerusakan rumah dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemda. Hasil asesmen menjadi dasar penentuan warga yang masuk hunian sementara dan huntap. Rumah rusak ringan berada di luar skema huntap.

Tito juga menyampaikan, Pemda wajib menyiapkan lahan sejak awal. Kesiapan lahan sangat menentukan percepatan pembangunan huntap. Kemendagri siap mendukung daerah agar proses administrasi tidak tersendat.

Baca juga : Soroti Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara, KPK Telusuri Dugaan Suap Proyek

Sementara, Supratman Andi Agtas menekankan pentingnya kesatuan suara Pemerintah dalam komunikasi publik. Dia meminta proporsi bantuan dijelaskan secara jelas agar tidak menimbulkan salah paham. Menurutnya, langkah gotong royong ini harus dipahami sebagai tahap awal.

“Kita harus satu suara ke publik bahwa ini langkah awal gotong royong pembangunan hunian,” ujarnya.

Supratman mengatakan, pembangunan hunian tetap ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Model ini mencerminkan kepedulian negara terhadap seluruh wilayah terdampak.

“Ini kolaborasi luar biasa yang menunjukkan Pemerintah peduli dengan seluruh wilayah terdampak,” katanya. JAR

Baca juga : Transaksi Nontunai Berkembang Pesat, Pembayaran Cash Tidak Boleh Ditolak

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 26 Desember 2025 dengan judul "Ara Pimpin Rapat Bencana Sumatera Lokasi Huntap Harus Aman, Tidak Banjir Dan Jelas Hukum"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense