BREAKING NEWS
 

Kunjungi Yonif TP 861 Papua Selatan

Menhan Minta Prajurit Menyatu Dengan Rakyat

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 4 Januari 2026 07:00 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin saat kunjungan kerja ke Markas Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Jumat (2/1/2026). (Foto: Dok. Kemenhan)

 Sebelumnya 
Dia berharap batalyon tersebut terus menjaga tradisi prestasi dan profesionalisme.

Markas Yonif TP 861 dibangun di atas lahan seluas 100 hektare sebagai bagian dari penguatan pertahanan teritorial di Papua Selatan.

Saat ini, sebanyak 645 prajurit telah bertugas dari target 1.190 personel, dengan sebagian fasilitas masih dalam tahap pembangunan.

Kunjungan Sjafrie didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita serta Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Madya Yusuf Jauhari.

Baca juga : Pemerintah Segera Siapkan Program Ayam Merah Putih

Kunjungan ini menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap peran strategis TNI dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat Papua.

Di hari yang sama, Sjafrie juga menghadiri acara pemberian Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada 115 prajurit TNI di Markas Komando Operasi (Koops) Habema, Papua.

Dia menegaskan, KPLB merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam menghargai pengorbanan prajurit di daerah operasi.

“Kenaikan pangkat luar biasa adalah bukti negara hadir dan menghargai pengorbanan prajurit. Tidak ada pengabdian yang sia-sia,” ujar Sjafrie.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Bakal Tembus 6 Persen

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan prajurit dalam sejumlah operasi penegakan keamanan di Papua.

Termasuk Operasi Kinetik 2.16 di Lanny Jaya, Operasi Badai 2.25 E di Intan Jaya, serta Operasi Badai Kasuari 2.6 di Teluk Bintuni yang menitikberatkan operasi presisi dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Sjafrie menegaskan, negara tidak akan meninggalkan prajurit yang bertugas di daerah operasi.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat Komando Operasi di Papua mulai 2026 agar memiliki kemampuan teritorial, tempur, intelijen, dan administrasi yang semakin andal.

Baca juga : Resolusi Tahun Baru 2026, Demokrat Konsisten Perkuat Demokrasi

“Negara tidak akan meninggalkan prajurit yang rela berkorban demi bangsa dan negara,” pungkasnya. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 4 Januari 2026 dengan judul "Kunjungi Yonif TP 861 Papua Selatan Menhan Minta Prajurit Menyatu Dengan Rakyat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense