BREAKING NEWS
 

Presiden Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan

Bahlil: Insya Allah, Kita Tidak Impor Solar Lagi

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 13 Januari 2026 07:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) saat foto di depan kilang usai meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Ikut mendampingi antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (keenam kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kelima kanan), dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kedua kiri). Foto: Dok. Kementerian ESDM

 Sebelumnya 
Selain solar, peluang penghentian impor juga terbuka untuk produk bensin. Bahlil menyebut kebutuhan bensin nasional mencapai sekitar 38,5 juta KL per tahun, yang terdiri atas bensin RON 90 sebesar 28,9 juta KL, RON 92 sebesar 8,7 juta KL, serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu KL per tahun.

Melalui optimalisasi RDMP Kilang Balikpapan, produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 diperkirakan dapat ditingkatkan hingga 5,8 juta KL per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, impor bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 dapat ditekan hingga sekitar 3,6 juta KL per tahun.

“Ke depan, melalui penerapan E10 kita bisa menghemat impor hingga 3,9 juta KL per tahun. Ditambah pengembangan kilang selanjutnya, kita bisa menyetop impor bensin RON 92, 95, dan 98, sekaligus mengurangi impor bensin RON 90,” papar Bahlil.

Baca juga : Yusril Bagikan 4 Jurus Untuk Aparatur Negara

Lebih detail, Bahlil mengungkapkan, dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, produksi dalam negeri akan diperkuat melalui tambahan gasoline, diesel, avtur, LPG, serta produk petrokimia seperti propilena. Total produksi ini berpotensi menurunkan nilai impor BBM hingga sekitar Rp 68 triliun per tahun. Selain itu, proyek ini juga menyerap puluhan ribu tenaga kerja, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, serta memberi kontribusi signifikan terhadap PDB nasional hingga Rp 514 triliun.

Pemerintah menegaskan, pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri merupakan bagian dari amanat konstitusi. Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa cabang-cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Karena itu, penguatan dan pengembangan kilang dipandang sebagai wujud tanggung jawab negara dalam menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.

Untuk mencapai kemandirian energi, Pemerintah menyiapkan tiga langkah utama. Pertama, meningkatkan kapasitas kilang, seperti yang dilakukan melalui pengembangan Kilang Balikpapan. Kedua, mendorong diversifikasi energi dengan mengoptimalkan program biodiesel, termasuk B40, guna mengurangi ketergantungan pada solar berbasis fosil. Ketiga, menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan energi nasional agar ketersediaan BBM tetap terjaga.

Baca juga : DPR Minta Keselamatan WNI Di Iran Diprioritaskan

RDMP Balikpapan sendiri dilengkapi dua fasilitas utama, yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Melalui CDU, kapasitas pengolahan kilang meningkat dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel minyak per hari. Sementara RFCC berfungsi mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi.

“RDMP yang sekarang kualitasnya sangat bagus, sudah menuju setara Euro 5, dan ini juga bagian dari langkah menuju Net Zero Emission,” tegas Bahlil.

Proyek ini turut terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa di Lawelawe berkapasitas total 2 juta barel, serta Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter yang melayani distribusi BBM untuk wilayah Indonesia bagian timur.

Baca juga : Pilkada Langsung Vs Pilkada Via DPRD, Bawaslu: Dua-duanya Sama-sama Demokratis

RDMP Balikpapan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak 2019. Proyek ini mencakup sistem penerimaan minyak mentah, pengolahan, hingga penguatan keandalan rantai pasok energi secara menyeluruh. MEN/BCG

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Selasa, 13 Januari 2026 dengan judul "Presiden Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan Bahlil: Insya Allah, Kita Tidak Impor Solar Lagi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense