RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi semangat belajar para murid di Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara. Ia menilai, di tengah berbagai keterbatasan, antusiasme siswa untuk terus belajar—bahkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi—masih terjaga dengan baik.
Apresiasi itu disampaikan Wamen Fajar saat berdialog langsung dengan para siswa di SMK Yayasan Pendidikan Surya Pematangsiantar, Jumat (30/1/2026). Ia menyebut semangat belajar sebagai modal utama untuk membuka jalan masa depan.
“Saya senang sekali melihat adik-adik yang punya semangat belajar luar biasa. Saya juga datang dari kampung. Jadi, siapa tahu nanti dari sini ada yang jadi menteri, bupati, atau pemimpin lainnya,” ujar Wamen Fajar di hadapan para murid.
Menurutnya, jalan hidup memang tidak bisa ditebak. Namun, dengan kemauan dan usaha yang konsisten, peluang akan selalu terbuka. Karena itu, ia mendorong para murid agar tidak ragu bercita-cita tinggi, termasuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fajar juga memotivasi sejumlah murid yang menyampaikan cita-citanya menjadi guru. Ia pun berdialog langsung dengan salah satu siswa.
Baca juga : Poros Muda Indonesia Apresiasi DPR Pertahankan Polri di Bawah Presiden
“Kenapa mau jadi guru?” tanya Wamen Fajar.
“Untuk mendidik anak-anak bangsa,” jawab sang murid mantap, yang langsung disambut tepuk tangan rekan-rekannya.
Usai dari SMK, Wamen Fajar melanjutkan blusukan ke SD Muhammadiyah 01 Pematangsiantar. Di sekolah dasar ini, suasana dialog berlangsung lebih santai. Wamen Fajar sesekali menyapa murid dengan bahasa Inggris sederhana.
“What is your name?” tanya Wamen kepada seorang murid kelas 1.
“Syakila,” jawab si murid polos.
Baca juga : BKSAP DPR Apresiasi Lawatan Prabowo Ke Inggris Berbuah Kesepakatan Strategis
“How old are you?” lanjutnya.
“Seven years old,” jawab Syakila, membuat Wamen Fajar tersenyum.
Tak berhenti di situ, Wamen Fajar kembali bertanya soal cita-cita.
“What is your dream? Apa cita-citanya?” ujarnya.
“Chef,” jawab Syakila singkat, yang langsung mengundang gelak tawa ringan di ruangan kelas.
Baca juga : Baleg Ingin Perjelas Definisi Kemaslahatan
Selain agenda pendidikan, Wamen Fajar juga menghadiri acara serah terima Program Kemaslahatan BPKH RI bersama Anggota Badan Pelaksana BPKH RI Amri Yusuf di Masjid Taqwa Kota Pematangsiantar.
Dalam amanahnya, Wamen Fajar menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pendidikan dan literasi umat.
“Literasi umat perlu terus didorong. Masjid bisa menjadi pusat literasi, termasuk literasi Al-Qur’an. Ta’lim itu penting, tetapi tarbiyah juga sangat penting karena menyangkut pembentukan karakter,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.