BREAKING NEWS
 

BPJPH dan USDA Perkuat Kemitraan Bilateral dalam Perdagangan Halal

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 5 Februari 2026 22:19 WIB
Foto: BPJPH.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar pertemuan strategis dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA) di Grand Hyatt Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama bilateral, khususnya dalam peningkatan kualitas perdagangan produk-produk pertanian dalamr rangka pemenuhan standar halal.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya pemenuhan standar halal guna menjawab kebutuhan pasar Indonesia yang terus meningkat. Indonesia menekankan bahwa produk bersertifikat halal menjadi prioritas utama seiring tingginya kesadaran konsumen terhadap kehalalan produk.

Baca juga : ARDINDO Apps Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Pada kesempatan ini, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan juga menyampaikan apresiasi atas upaya Amerika Serikat yang telah mulai membangun ekosistem halal sejak tahun 1980, jauh sebelum pengembangan ekosistem halal secara nasional di Indonesia.

Pertemuan ini juga menyoroti rencana strategis Amerika Serikat untuk memperluas kerja sama perdagangan pertanian dengan enam negara mitra pada tahun ini, di mana Indonesia menjadi salah satu negara yang diprioritaskan.

Adsense

Menurut Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs of the United States Department of Agriculture, Luke Lindberg, Pemerintah AS mencatat adanya minat yang signifikan dari petani dan pelaku usaha pertanian AS untuk meningkatkan aktivitas perdagangan dengan Indonesia, yang dipandang sebagai pasar penting bagi produk pertanian mereka.

Baca juga : HKI Dan SMF Teken MoU Perkuat Kemitraan Manufaktur RI–Singapura

Selain itu, kata Luke Lindberg, AS mengapresiasi langkah BPJPH RI dalam mengakui Badan Sertifikasi Halal di Amerika Serikat.

Komitmen untuk memenuhi standar halal Indonesia dinilai dapat membantu mengurangi hambatan perdagangan dan membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih besar bagi kedua negara.

Namun demikian, kedua pihak juga membahas tantangan yang muncul akibat perbedaan standar halal antarnegara. Perbedaan tersebut dinilai memerlukan peningkatan fasilitas produksi yang dirancang khusus untuk memenuhi persyaratan halal sesuai ketentuan masing-masing negara.

Baca juga : DPR: Pengerahan Brigade TNI Ke Gaza Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Adapun komoditas utama yang menjadi fokus dalam optimalisasi impor dari Amerika Serikat meliputi kedelai, produk daging, dan produk susu, yang seluruhnya wajib memenuhi protokol dan standar halal yang berlaku di Indonesia.

“Melalui pertemuan ini, BPJPH RI dan USDA menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan strategis dalam perdagangan pertanian, menciptakan proses sertifikasi halal yang lebih transparan dan efisien, serta memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku usaha, dan konsumen di Indonesia maupun Amerika Serikat," pungkas Haikal Hasan

Sebagai informasi, turut hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Fertiana Santy, Agricultural Attaché US embassy Jakarta Lisa Ahramjian, Agricultural Attaché US embassy Jakarta Kristi Schammel, dan local staff at US embassy Titi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense