BREAKING NEWS
 

Bahas Urusan Dagang dengan AS di Hambalang, Prabowo Minta Posisi Tawar RI Lebih Kuat

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 16 Februari 2026 08:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat dengan sejumlah menteri, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu (15/2/2026) malam. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, di Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (15/2/2026) malam. Di sana, mereka rapat membahas kebijakan pro rakyat.

Momen rapat tersebut di bagikan akun Instagram @presidenrepublikindonesia, Minggu (15/2/2026) malam. Para peserta rapat tersebut adalah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Sekretaris Pribadi Prabowo, Rizky Irmansyah.

Mereka duduk melingkar di meja bundar bersama Presiden. Di hadapan masing-masing peserta rapat, ada kertas catatan dan naskah laporan.

Rapat di Hambalang ini digelar di tengah dinamika global yang menuntut ketahanan industri nasional. Pemerintah memastikan kebijakan tetap adaptif dan berpihak pada kepentingan dalam negeri.

“Presiden melangsungkan pertemuan bersama para Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya untuk membahas berbagai langkah strategis ke depan,” tulis akun @presidenrepublikindonesia, dalam keterangan unggahannya.

Baca juga : IKN Nyaman untuk PNS

Dalam rapat itu, Presiden Prabowo menegaskan kebijakan yang ditempuh harus memberi manfaat luas. Fokus lain yang dibahas yakni peningkatan produktivitas industri dalam negeri. Pemerintah juga menargetkan kontribusi lebih kuat dalam rantai pasok global.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet juga mengunggah momen rapat tersebut. Dia menyebut, Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri terkait ekonomi ke kediaman pribadi di Hambalang. 

Teddy menerangkan, salah satu yang dibahas dalam rapat itu mengenai perdagangan luar negeri. Prabowo menekankan agar Indonesia mengambil posisi tawar yang kuat dan tidak merugi dalam setiap kesepakatan internasional.

"Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapa pun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat (AS), adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia," ungkap Teddy.

Adsense

Indonesia dan AS telah merampungkan kesepakatan tarif dagang. Semula Indonesia dikenakan tarif dagang hingga 32 oleh Presiden AS Donald Trump. Namun, dengan lobi-lobi yang diketuai Airlangga, Indonesia berhasil menurunkannya menjadi 19 persen.

Baca juga : Hadiri Kirab Budaya, Jokowi Mulai Gaspol Naikkan Pamor PSI

Kedua negara menyatakan telah menyepakati substansi yang diatur dalam dokumen perundingan perdagangan resiprokal (Agreements on Reciprocal Trade/ART). Penandatanganan perjanjian akan dilakukan Prabowo dan Donald Trump.

Menurut Tedy, Prabowo ingin kesepakatan atau kerja sama bilateral dengan negara lain menguntungkan industri dalam negeri. Dengan begitu, perekonomian akan terdorong dan target pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa terwujud.

"Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri, serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri," terangnya.

Tedy menambahkan, Prabowo juga mewanti-wanti jajarannya agar kebijakan yang diambil harus berdampak cepat dan nyata bagi masyarakat. "Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus segera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia," pungkasnya.

Untuk diketahui. Neraca perdagangan Indonesia dalam tren positif. Data terbaru, Indonesia mengalami surplus 68 bulan berturut-turut. 

Baca juga : Besok Sidang Isbat, Semoga Puasa Barengan

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah mengapresiasi kegigihan Prabowo dalam urusan perdagangan luar negerinya. Ia menilai, meski seluruh proses pembahasan telah rampung, tarif 19 persen masih bisa diturunkan. 

Rezasyah mencatat dua hal yang memungkinkan tarif dagang masih bisa diturunkan. Pertama, kualitas kenegarawanan Prabowo. Kedua, komitmen Indonesia menjalankan praktik ekonomi standar tinggi.

"Ini merupakan kartu as Indonesia guna negosiasi lanjutan. Diperkirakan angka 19 persen masih bisa diturunkan lagi hingga sekitar 17 persen," ujar Rezasyah, saat dihubungi Rakyat Merdeka.

Hanya saja, ia tetap berpesan kepada Pemerintah agar senapas dengan pelaku usaha. Tujuannya sederhana, penurunan tarif dapat menggairahkan hubungan ekonomi kedua negara pada tataran yang lebih saling menguntungkan untuk jangka panjang. MEN/BYU

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense