BREAKING NEWS
 

Tak Terganggu MBG, Presiden Justru Tambah Anggaran Pendidikan

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Minggu, 22 Februari 2026 08:20 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (kanan) bersama jajaran mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/9/25). (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak mengganggu anggaran pendidikan. Sebaliknya, Presiden Prabowo Subianto justru menambah alokasi dana pendidikan dalam APBN 2026.

Bantahan itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti. Dia menegaskan, anggaran di kementeriannya tidak berkurang sedikit pun akibat MBG. Sebaliknya, pagu anggaran justru diperkuat melalui tambahan anggaran belanja tambahan (ABT).

“Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Makanya, Kemendikdasmen mengajukan ABT,” kata Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG Jawa Timur di Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Mu’ti memaparkan, pada 2025 Kemendikdasmen mendapat alokasi Rp16,9 triliun untuk revitalisasi 16.176 satuan pendidikan. Hingga kini, progres penyelesaian pembangunan telah mencapai 93 persen.

Selain itu, bantuan Interaktif Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID) telah disalurkan ke 288.860 satuan pendidikan. Perangkat ini mendukung pembelajaran interaktif, mulai dari menulis, menggambar, kolaborasi, hingga integrasi dengan LMS dan sumber belajar digital.

Baca juga : Bukan Untuk Operasi Militer, TNI Bertugas Ke Gaza Menjaga Rakyat Sipil

Untuk 2026, anggaran revitalisasi yang telah tercantum di APBN mencapai lebih dari Rp 14 triliun, dengan sasaran lebih dari 11 ribu satuan pendidikan. Namun jumlah itu masih akan bertambah.

Pada peringatan Hari Guru, Presiden Prabowo menyampaikan rencana tambahan revitalisasi untuk 60 ribu satuan pendidikan. “Sehingga total, kalau sudah masuk APBN, tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan,” jelas Mu’ti.

Presiden, kata dia, juga berencana menambah distribusi IFP sebanyak dua hingga tiga unit per satuan pendidikan. “Tahun 2026 kita akan mendistribusikan IFP untuk lebih dari 325 ribu satuan pendidikan,” ungkapnya.

Program Indonesia Pintar (PIP) pun tidak dipangkas. Bahkan, untuk 2026 pemerintah mengalokasikan tambahan dana PIP bagi murid TK sebesar Rp450 ribu per tahun, dengan target 888 ribu penerima di seluruh Indonesia.

Adsense

Tak hanya itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi prioritas. Tahun ini, Kemendikdasmen menyiapkan pelatihan guru serta beasiswa bagi 150 ribu guru yang belum D4 atau S1, dengan bantuan Rp3 juta per semester. Tunjangan guru, termasuk bagi guru P3K, juga dipastikan tetap dibayarkan sesuai pengajuan kepada Presiden.

Baca juga : Rapat Perdana Badan Perdamaian, Trump Puji Prabowo Tangguh & Tegas

“Intinya pendidikan anggarannya naik?” tanya Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam forum tersebut.

“Alhamdulillah naik. Ini menunjukkan perhatian Bapak Presiden terhadap pendidikan sangat besar,” jawab Mu’ti.

Ia menyebut, saat ini 43 juta penerima manfaat MBG adalah murid sekolah. Program tersebut dinilai mendukung semangat belajar, penguatan karakter, sekaligus misi Indonesia Hebat melalui konsumsi makanan sehat dan bergizi.

Senada, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani memastikan MBG tidak “merecoki” anggaran pendidikan. Ia menegaskan, hingga kini Komisi X tidak menemukan aliran dana pendidikan yang dialihkan ke program MBG.

“Perlu dicatat, sampai hari ini belum terbukti MBG memakai anggaran pendidikan,” tegasnya di Gedung DPR/DPD/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Baca juga : Trump-Prabowo Sepakati Tarif Dagang: Ada Yang 19%, Ada Yang 0%

Menurut Lalu, BGN memiliki anggaran tersendiri. Ia justru mendorong agar anggaran pendidikan yang besar benar-benar difokuskan untuk mendongkrak kesejahteraan guru.

“Kalau ada yang mengatakan guru kurang sejahtera karena anggaran pendidikan diambil MBG, itu tidak benar,” tandas politisi PKB tersebut.

Pemerintah sendiri menaikkan alokasi anggaran pendidikan dalam APBN 2026 menjadi Rp 769,1 triliun, dari sebelumnya Rp 757,8 triliun. Kenaikan ini juga mengakomodasi kebutuhan pendanaan MBG.

Berdasarkan keterangan resmi BGN, sumber anggaran MBG berasal dari tiga sektor: pendidikan Rp 223 triliun (83,4 persen), kesehatan Rp 24,7 triliun (9,2 persen), dan ekonomi Rp 19,7 triliun (7,4 persen).

Dengan skema tersebut, pemerintah menegaskan MBG berjalan tanpa memangkas anggaran pendidikan. Justru, di tengah program besar tersebut, alokasi pendidikan tetap diperkuat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense