Sebelumnya
Rakortas dihadiri oleh Wakil Ketua MPR Eddy Suparno, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral Marie Elka Pangestu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Hadir juga Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Perhubungan Suntana dan Pjs. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.
Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyatakan, Perpres 110 Tahun 2025 adalah game changer pasar karbon Indonesia. Ia menjelaskan beleid tersebut mengatur mekanisme perdagangan emisi, kredit karbon, pencatatan unit karbon dalam SRUK, serta keterkaitan pasar domestik dan internasional.
Baca juga : Rini: Reformasi Birokrasi Dimulai Dari Integritas
Pemerintah saat ini menuntaskan integrasi berbagai sistem registrasi agar seluruh transaksi tercatat secara terpadu.
Menurut Hashim, integrasi sistem menjadi prasyarat agar pasar karbon Indonesia beroperasi sesuai standar global dan mendapat kepercayaan pelaku internasional. Dia menargetkan akhir Juni seluruh sistem sudah operasional.
Baca juga : Khawatir Barbuk Dihilangkan, KPK Gercep Tangkap Kasi Intel Cukai DJBC
Ia menilai potensi nilai ekonomi karbon Indonesia sangat besar seiring meningkatnya minat investor global terhadap kredit karbon berbasis sumber daya alam. Indonesia memiliki keunggulan melalui pendekatan nature based solutions seperti hutan, mangrove, padang lamun, dan ekosistem laut. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Senin, 2 Maret 2026 dengan judul "Zulhas Pimpin Rakortas NEK Pemerintah Percepat Aturan Perdagangan Karbon Nasional"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.