BREAKING NEWS
 

Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang RI Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 8 April 2026 20:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memberi taklimat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). (Foto: Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan krisis yang tengah dihadapi dunia akibat perang menjadi peluang bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan demi ketahanan nasional.

“Krisis dunia ini bagi saya adalah peluang untuk mempercepat langkah kita. Ini membuat kita lebih fokus. Berarti strategi kita sudah benar, tetapi kita harus mempercepat bahwa energi kita harus terbarukan,” ujar Prabowo dalam taklimatnya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prabowo juga mendorong swasembada energi dengan mengembangkan bahan bakar nabati (biofuel) dari singkong dan jagung sebagai alternatif pengganti solar dan bensin.

Baca juga : Berkat Dukungan BRI, Perempuan Tangguh Ini Sukses Kembangkan Usaha Kue

Langkah ini bertujuan mengurangi impor BBM dengan memanfaatkan kekayaan alam dalam negeri.

“Dan kita bisa dari batu bara, kita bisa menghasilkan solar dan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung,” ucapnya.

Adsense

Prabowo mengatakan Indonesia memiliki fondasi ekonomi dan ketahanan energi yang kuat untuk menghadapi krisis global.

Baca juga : Cuaca Ekstrem di Bandara Soekarno-Hatta, 12 Penerbangan Terpaksa Dialihkan

Menurutnya, Indonesia relatif aman dari dampak langsung gangguan pasokan energi global karena memiliki sumber energi mandiri.

“Ternyata setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat,” ungkapnya.

“Karena sumber-sumber minyak dan gas kita tidak terlalu banyak yang lewat Selat Hormuz. Kita bisa menjadi alternatif lain,” lanjutnya.

Baca juga : 3 TNI Gugur Di Lebanon, RI Kebut Pemulangan Jenazah

Pada kesempatan yang sama, Prabowo memprediksi krisis yang dihadapi dunia tidak akan berlangsung lama.

Ia berharap transformasi sistem energi terbarukan dapat diimplementasikan lebih cepat dalam waktu singkat.

“Yang saya anggap jangka pendek, yang saya anggap krisis ini 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense