RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Satgas Perumahan, Hasyim Djojohadikusumo mengapresiasi program bedah rumah yang dijalankan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Adik kandung dari Presiden Prabowo ini juga menginstruksikan agar rumah yang telah direnovasi turut diberikan sertifikat hak milik.
Menurut Hashim, langkah ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang ingin memastikan masyarakat tidak hanya memiliki rumah layak, tetapi juga kepastian hukum atas kepemilikan.
"Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang menerima program ini, selanjutnya sesuai arahan Presiden Prabowo untuk dapat menerima sertipikat. Masih ada belasan juta rakyat Indonesia yang punya rumah tapi belum punya sertipikat," ujar Hashim saat meninjau program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Manado, Rabu (8/4/2026).
Baca juga : Komitmen Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Diapresiasi Dewan Tafkir PP Persis
Ia menegaskan, pemberian sertifpikat akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN. Untuk itu, pemerintah diminta segera menghimpun data warga yang belum memiliki sertifikat.
"Ini sudah menjadi prioritas Presiden. Langkah ini penting untuk pemberdayaan masyarakat berpenghasilan rendah," tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Hashim turut didampingi Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan PKP, Sri Haryati, serta Wali Kota Manado, Andrei Angouw.
Bangun Rusun Paniki
Baca juga : Ara Targetkan Nol Rumah Kumuh Di Majalengka
Sementara Sri Haryati mengungkapkan, kesiapan pembangunan hunian di kawasan Tanah Coklat, Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget sudah matang. Lahan telah dibersihkan (land clearing) dan status tersetipikat.
"Calon penghuni juga sudah disiapkan melalui daftar tunggu berbasis by name by address," jelasnya.
Ia menambahkan, lokasi pembangunan dinilai strategis karena dekat dengan fasilitas umum dan akses transportasi. Proyek ini ditargetkan mulai Juni 2026 dan rampung pada Maret 2027.
Secara nasional, program BSPS mengalami lonjakan signifikan. Dari 45.000 unit pada 2025, meningkat menjadi 400.000 unit pada 2026.
Baca juga : Pasokan Energi Ramadan-Idul Fitri Aman, ESDM Apresiasi Pertamina
"Khusus Sulawesi Utara, naik dari 748 unit menjadi 8.198 unit, atau hampir 10 kali lipat," ungkap Sri.
Untuk Kota Manado, alokasi BSPS mencapai 290 unit yang tersebar di empat kecamatan, yakni Bunaken (123 unit), Tuminting (60 unit), Mapanget (33 unit), dan Paal Dua (74 unit).
Selain Manado, program ini juga menyasar daerah lain di Sulawesi Utara, seperti Minahasa Utara (720 unit), Minahasa (344 unit), hingga Bolaang Mongondow (968 unit). Wilayah kepulauan seperti Talaud dan Sangihe juga mendapat alokasi masing-masing 200 unit dan 100 unit.
Program ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya di kawasan pesisir dan permukiman padat, sekaligus mempercepat pengentasan backlog perumahan di daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.