BREAKING NEWS
 

Diungkapkan Menteri ESDM

Minyak Rusia Datang Bulan Ini, Harga Dinamis

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 18 April 2026 08:05 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Seskab Teddy Indra Wijaya. (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan minyak mentah (crude) dari Rusia akan masuk ke Indonesia bulan ini. Sedangkan harganya akan bersifat dinamis.

Kepastian ini merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (13/4/2026). “Untuk crude, mungkin bulan-bulan ini sudah bisa berjalan,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Meski demikian, Bahlil belum mengungkapkan, volume impor minyak dari Rusia karena masih terikat kesepakatan kedua belah pihak. Ia memastikan, pasokan energi nasional tetap aman hingga akhir tahun.

“Saya tidak bisa menjelaskan volume. Yang jelas, atas arahan Presiden, kami memastikan kebutuhan crude dalam negeri terpenuhi agar kepentingan rakyat tetap terlayani,” katanya.

Terkait harga, Bahlil menegaskan, tidak ada patokan tetap. Harga akan menyesuaikan kondisi pasar global serta hasil negosiasi antara Indonesia dan Rusia.

Baca juga : Bahlil: Kesepakatan Impor Minyak Rusia Hampir Final

“Harga pasti dinamis, mengikuti pasar dan tergantung negosiasi,” ujarnya.

Selain minyak mentah, pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia. Pembahasan masih dalam tahap finalisasi.

Bahlil menyebut kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 10 juta ton dalam beberapa tahun ke depan. Kenaikan tersebut didorong pertumbuhan industri, termasuk proyek petrokimia milik Lotte Chemical Indonesia yang diperkirakan membutuhkan sekitar 1,5 juta ton LPG per tahun.

“Produksi kita baru sekitar 1,6 juta ton. Karena itu, kita harus mencari sumber pasokan baru, termasuk dari Rusia. Saat ini pembahasan LPG sudah dalam tahap finalisasi,” kata Bahlil.

Adsense

Di sisi lain, Rusia juga membuka peluang investasi pembangunan fasilitas penyimpanan BBM (storage) dan kilang minyak di Indonesia. Skema kerja sama dirancang dalam jangka panjang, baik melalui mekanisme Government to Government (G to G) maupun Business to Business (B to B).

Baca juga : Teddy Ingatkan Pentingnya Opini Berbasis Data dan Fakta

Storage merupakan bagian dari kesepakatan yang sudah kita bicarakan,” ujarnya.

Namun, Bahlil menegaskan, rencana pembangunan kilang dan storage masih dalam tahap pembahasan lanjutan dan belum final. “Masih butuh satu-dua putaran pembahasan lagi sebelum difinalisasi,” katanya.

Terkait nilai investasi, Bahlil belum dapat mengungkapkan angka pasti karena masih dalam proses negosiasi. Ia menambahkan, skala proyek kilang yang direncanakan kemungkinan tidak sebesar proyek di Tuban, Jawa Timur.

Senada dikatakan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov. Dia mengatakan, mekanisme ekspor minyak ke Indonesia menggunakan skema B2B. Dia menegaskan, Rusia tidak menjual minyak dan gas lewat pemerintahan, melainkan perusahaan yang sahamnya sebagian dimiliki oleh pemerintah.

Sebab itu, kata dia, perusahaan Indonesia dan perusahaan Rusia yang berkaitan dengan ekspor minyak bisa langsung bernegosiasi dengan skema B2B. Sergei menegaskan, dalam skema tersebut mekanisme pasar lah yang bermain.

Baca juga : Kantor PU Digeledah Kejati DKI, Menteri Dody: Monggo Periksa Ruangan Saya

“Tidak ada diskon sekarang. Bahkan dalam beberapa kondisi ada harga premium,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, kilang yang dimiliki Pertamina mampu mengolah minyak mentah atau crude yang berasal dari Rusia.

Roberth menyampaikan, Pertamina pastinya mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah terkait perdagangan minyak mentah, termasuk mengimpor dari Rusia.“Pertamina akan turut berperan dalam penyediaan energi di dalam negeri dan pendistribusiannya mulai dari pengolahan hingga menjadi produk,” kata Roberth.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun, meskipun harga minyak dunia berpotensi meningkat. “Kami siap tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun, dengan asumsi harga minyak mencapai 100 dolar AS per barel,” ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk menjaga ketahanan APBN melalui optimalisasi penerimaan negara serta pemanfaatan cadangan fiskal seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL). “Yang penting dananya ada,” pungkas Purbaya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense