BREAKING NEWS
 

Menkop Dorong Merek Kolektif Jadi Jaminan Kredit Perbankan

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Jumat, 1 Mei 2026 07:35 WIB
Menkop Ferry Julliantono (tengah) saat menyerahkan Produk Lokal Berbasis Merek Kolektif karya penulis Dewi Tenty Septi Artiany (kiri) di Jakarta, Kamis (30/4/2026). (Goto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono berkesempatan menghadiri acara peluncuran buku dan talkshow bertajuk ‘Penguatan Koperasi Merah Putih

Melalui Produk Lokal Berbasis Merek Kolektif’ karya penulis Dewi Tenty Septi Artiany di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Ferry mengapresiasi karya tersebut sebagai panduan strategis bagi gerakan koperasi di tengah pemerintah melakukan gerakan negara untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan.

Ia menekankan bahwa konsep merek kolektif yang diusung dalam buku Dewi Tenty bukan sekadar instrumen perlindungan produk lokal, melainkan aset intelektual yang bernilai ekonomi tinggi.

Ia berharap ke depannya, perbankan nasional dapat mengakomodasi merek kolektif ini sebagai jaminan atau agunan kredit bagi para pelaku UMKM.

Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Hasil Riset dan Inovasi Tingkatkan Kesejahteraan

"Merek kolektif ini harus menjadi modal kekayaan intelektual yang bisa diajukan ke bank sebagai jaminan kucuran kredit. Kami sedang memperjuangkan hal ini bersama Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum agar bisa didistribusikan oleh perbankan nasional," ujar Ferry.

Hadir pada acara tersebut antara lain Ketua DK LPS Anggito Abimanyu dan Anggota DPR RI Bambang Soesatyo.

Kehadiran Menkop dalam acara ini juga menjadi momentum untuk menyampaikan perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Adsense

Ferry mengungkapkan bahwa saat ini progres pembangunan fisik sudah berjalan masif, di mana sebanyak 30.000an unit bangunan beserta gerai dan alat kelengkapannya sedang dalam masa pembangunan.

Ia menambahkan sekitar 6ribuan unit di antaranya telah selesai 100 persen dan siap untuk dioperasionalkan.

Baca juga : Bamsoet Dorong Penggunaan Merek Kolektif untuk Perkuat Koperasi Merah Putih

Lebih lanjut Ferry menjelaskan bahwa KDKMP akan menjalankan lima fungsi utama untuk memutus rantai ketertinggalan ekonomi dari sektor BUMN dan swasta.

Pertama, distribusi barang bersubsidi yang menjual gas, pupuk, beras, hingga minyak goreng dengan harga subsidi. Kedua, menjadi penyerap hasil tani, perikanan, dan produk UMKM lokal agar masyarakat memiliki kepastian pasar.

Ketiga, menjadi instrumen agar bantuan pangan, PKH, dan Bansos tepat sasaran sampai ke penerima manfaat.

Keempat, menyediakan alternatif pinjaman produktif bagi warga desa untuk melawan jeratan rentenir dan pinjaman online (pinjol).

Dan kelima, menjadi pusat logistik dan pergudangan yang dilengkapi dengan mesin pascaproduksi seperti pengering gabah dan cold storage untuk menjaga kualitas komoditas desa.

Baca juga : Fakhiri Dorong Depapre Jadi Pusat Perikanan, Libatkan Ondoafi

Selain itu, KDKMP juga akan dilengkapi dengan klinik desa dan apotek untuk mempermudah akses kesehatan masyarakat.

Ferry memberikan pesan kuat kepada para pelaku UMKM yang telah dibimbing oleh Dewi Tenty. Ia menjamin bahwa produk-produk lokal, mulai dari bahan pangan hingga kebutuhan rumah tangga, akan diprioritaskan untuk dijual di seluruh gerai Koperasi Desa Merah Putih.

"Jangan takut tidak laku. Kami akan memastikan produk UMKM lokal diprioritaskan di gerai koperasi desa di seluruh Indonesia. Pemerintah akan mendampingi, memfasilitasi, hingga membiayai produksinya agar kita berdaulat secara ekonomi," ujarnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense