BREAKING NEWS
 

Sinergi Lintas Sektoral Untuk Swasemba

Kawasan Transmigrasi Bakal Jadi Basis Lumbung Pangan

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Minggu, 3 Mei 2026 06:55 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berkomitmen mempercepat penguatan kawasan transmigrasi sebagai basis produksi pangan nasional. Langkah ini bagian dari program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan, percepatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, sinergi menjadi kunci agar kawasan transmigrasi mampu berkembang lebih cepat dan terarah sebagai sentra produksi pangan.

“Sejalan dengan itu, Kementrans telah menjalin Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan sejumlah kementerian, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian ATR/BPN untuk penyediaan lahan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Iftitah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/5/2026).

Baca juga : KPK Usut Dugaan Korupsi Konsumsi RSUD Pekalongan

Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, pengembangan kawasan transmigrasi sebagai basis pangan tidak terbatas pada komoditas padi. Pemerintah juga mendorong pengembangan sektor lain, seperti perikanan, peternakan, dan komoditas pangan unggulan lainnya.

Iftitah meyakini, melalui kolaborasi yang baik, kawasan transmigrasi mampu memberikan kontribusi optimal bagi sektor pangan nasional. Saat ini, kontribusi kawasan transmigrasi terhadap produksi pangan terbilang signifikan.

Di Sumatera Selatan, sekitar 40 persen produksi padi berasal dari kawasan transmigrasi, sementara di Merauke kontribusinya mencapai lebih dari 60 persen. Hal ini menunjukkan potensi besar kawasan transmigrasi sebagai lumbung pangan nasional.

Adsense

Selain padi, komoditas hortikultura juga berkembang pesat. Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sekitar 80 persen produksi durian berasal dari kawasan transmigrasi. Capaian ini memperkuat peran kawasan transmigrasi sebagai pusat produksi berbagai komoditas pangan.

Baca juga : Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Untuk Redam Inflasi

Lebih lanjut, Iftitah menegaskan, kekuatan utama kawasan transmigrasi terletak pada ketersediaan lahan dan tenaga kerja transmigran. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah mendorong transformasi melalui tiga pilar utama.

Pertama, peningkatan pengetahuan dan teknologi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dalam program Transmigrasi Patriot. Kedua, penguatan investasi dengan menggandeng investor dalam dan luar negeri. Ketiga, penguatan rantai pasok melalui kehadiran offtaker yang siap menyerap hasil produksi.

“Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah optimistis kawasan transmigrasi akan semakin berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus menjadi pilar penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tuturnya.

Sejalan dengan upaya Kementrans, Pemerintah Kabupaten Bulungan menyatakan kesiapannya mendukung Pemerintah pusat dalam mewujudkan kedaulatan pangan di kawasan transmigrasi.

Baca juga : Partai Buruh Beri Jempol & Dukungan Ke Prabowo

Bupati Bulungan Syarwani menjelaskan, sebagai wujud nyata dukungan tersebut, pihaknya telah membentuk brigade pangan.

Dikatakan, konsep brigade pangan tidak hanya difokuskan pada komoditas padi atau gabah, tetapi juga dapat dikembangkan melalui sistem minapadi, yakni integrasi pertanian dan perikanan dalam satu kawasan.

“Satu brigade itu minimal dapat mengelola hingga sekitar 150 hektare. Artinya, ini masih sangat memungkinkan untuk didorong penambahan luasannya,” ujarnya. SSL

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Minggu, 3 Mei 2026 dengan judul "Sinergi Lintas Sektoral Untuk Swasemba Kawasan Transmigrasi Bakal Jadi Basis Lumbung Pangan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense