RM.id Rakyat Merdeka - Kabar baik bagi pelaku usaha UMKM. Pemerintah menaikkan anggaran program Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan dari awal Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun tahun ini. Keputusan ini diambil menyusul tingginya animo masyarakat terhadap program pembiayaan perumahan.
Dalam penyaluran KUR Perumahan, BRI dan Bank Nobu menjadi bank dengan realisasi terbesar di sektor perumahan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, penambahan anggaran KPP sebesar Rp14 triliun ini bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat serta pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem perumahan.
Hal itu disampaikan Maruarar kepada awak media usai menghadiri Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (22/6/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Ikut hadir Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Baca juga : Perkuat UMKM, Ketum HIPMI Terpilih Usulkan Plafon KUR Naik Jadi Rp2 Miliar
Ara mencatat, hingga 20 Juni, realisasi KUR Perumahan mencapai Rp19,24 triliun atau sekitar 54 persen dari target Rp36 triliun. Dana tersebut telah disalurkan kepada 91.045 debitur di seluruh Indonesia.
"Melihat tingginya kebutuhan dan antusiasme masyarakat, Pemerintah memutuskan menaikkan anggaran KUR Perumahan dari awal Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun atau naik sekitar Rp 14 triliun," ujar Maruarar yang akrab disapa Ara ini.
Menteri dari Partai Gerindra ini menyampaikan apresiasi kepada Kemenko Perekonomian, Danantara, BP BUMN, dan perbankan yang telah mendukung penyaluran program KUR Perumahan serta support Mendagri yang memfasilitasi koordinasi dengan kepala daerah dan Kepala BPS yang mendukung dengan data yang valid.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenko Perekonomian, Danantara, BP BUMN, serta bank-bank penyalur baik Bank Himbara dan Swasta yang telah berkontribusi memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat," katanya
Baca juga : Menkop: Kolaborasi MES dsn Menara Syariah Optimalkan Pertumbuhan Ekonomi Syariah
Ara menjelaskan, KUR Perumahan merupakan program strategis pemerintah yang diluncurkan pada 21 Oktober 2025. Program ini untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional, baik dari sisi pasokan maupun permintaan.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan perumahan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat. Dari sisi supply, program tersebut membantu pengembang, kontraktor, produsen bahan bangunan, toko material, hingga UMKM yang terlibat dalam sektor perumahan.
"Sementara dari sisi demand, KUR Perumahan membantu masyarakat memiliki, membangun, merenovasi dan meningkatkan kualitas rumahnya," jelasnya.
Menteri Ara mengungkapkan, BRI menjadi bank BUMN dengan penyaluran KUR Perumahan terbesar hingga saat ini. Penyalurannya mencapai Rp10,18 triliun atau sekitar 52,91 persen dari total realisasi. Posisi berikutnya ditempati BTN dengan penyaluran Rp3,65 triliun, disusul BNI sebesar Rp2,03 triliun, BSI Rp1,06 triliun, dan Bank Mandiri Rp1,02 triliun. Selain Himbara, bank pembangunan daerah dan bank swasta juga turut berkontribusi.
Baca juga : Menteri Maman Sebut Penguatan Kewirausahaan Jadi Modal Hadapi Bonus Demografi
Hingga 20 Juni, BPD menyalurkan Rp936,17 miliar kepada 1.994 debitur, dengan kontribusi terbesar berasal dari Bank Jateng. Sementara bank swasta mencatat penyaluran Rp370,7 miliar kepada 120 debitur, dengan Bank Nobu sebagai penyalur terbesar.
PKP berharap peningkatan anggaran KUR Perumahan dapat mempercepat pembangunan perumahan, memperkuat pelaku usaha di bidang perumahan, serta memperluas akses masyarakat memiliki hunian yang layak dan terjangkau.
BPKP Bahas Skema Hibah Lahan Meikarta
Setelah Rapat Koordinasi dengan Menko Perekonomian, Menteri PKP bersama Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN, Dony Oskaria dan CEO Lippo James Ready menyambangi kantor BPKP di Jakarta. Mereka datang untuk melakukan konsultasi dengan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.
Pertemuan tersebut membahas aspek tata kelola, kepastian hukum dan mekanisme hibah lahan dari Lippo Group untuk mendukung pembangunan apartemen subsidi bagi masyarakat. Selain itu, dibahas pula berbagai program perumahan yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan agar memiliki landasan hukum yang kuat, transparan dan akuntabel.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.