BREAKING NEWS
 

WWF Indonesia Dukung Langkah Menhut Perkuat Ranger di 13 Taman Nasional

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 10 Juli 2026 13:32 WIB
Foto: WWF Indonesia.

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat pengawasan kawasan hutan melalui penambahan petugas lapangan kehutanan (forest ranger) mendapat dukungan dari WWF Indonesia.

Organisasi konservasi itu menilai kebijakan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan perlindungan hutan sekaligus menjaga habitat satwa liar di Indonesia.

Ketua WWF Indonesia, Aditya Bayunanda mengatakan, penambahan forest ranger yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan pada era kepemimpinan Raja Juli Antoni merupakan langkah yang telah lama dinantikan kalangan pegiat konservasi.

"WWF-Indonesia menyambut baik penambahan petugas lapangan kehutanan (forest ranger) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan dilakukan pada era kepemimpinan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. Penambahan forest ranger ini sudah sangat ditunggu-tunggu bagi kami yang bergerak di bidang konservasi alam, karena sebelumnya jumlah ranger sangat kurang sehingga kawasan-kawasan bernilai konservasi tinggi rawan terhadap perambahan, illegal logging, dan perburuan," kata Aditya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Baca juga : Bambang Patijaya: Peluncuran B50 Perkuat Kedaulatan Energi & Swasembada Nasional

Ia mencontohkan kondisi di Aceh. Menurutnya, kawasan hutan seluas sekitar 3,5 juta hektare hanya diawasi oleh 32 petugas.

Jumlah tersebut jauh dari ideal karena satu orang forest ranger seharusnya mengawasi paling banyak 1.000 hektare kawasan hutan.

Aditya menilai rencana penambahan jumlah forest ranger hingga 70.000 personel akan menjadi harapan baru untuk menjaga sekitar 125 juta hektare kawasan hutan Indonesia yang menjadi habitat berbagai spesies endemik.

Adsense

Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan jumlah personel harus diiringi penguatan kualitas sumber daya manusia, dukungan sarana operasional, kesejahteraan, serta jaminan keselamatan kerja.

Baca juga : DEM Indonesia Dukung Kortas Tipidkor Polri Usut Dugaan Korupsi Sektor Energi

"Penambahan menjadi 70.000 personel ini menjadi harapan bagi Indonesia untuk menjaga 125 juta hektare kawasan hutan sekaligus menyelamatkan satwa endemik Indonesia yang ada di dalamnya. Namun demikian, aspek kualitas (mental model, keterampilan, dan lainnya), sumber daya operasional, kesejahteraan, serta jaminan keselamatan kerja juga harus ditingkatkan seiring peningkatan jumlah personel," ujarnya.

WWF Indonesia juga mendukung langkah Menhut Raja Juli Antoni yang memulai penguatan petugas lapangan di 13 taman nasional sebagai proyek percontohan inovasi pembiayaan pengelolaan taman nasional.

Menurut Aditya, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu program prioritas (quick win) dalam memperkuat sistem pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia.

"Kami juga mendukung pernyataan Menteri Kehutanan untuk memulai peningkatan petugas lapangan pada 13 taman nasional yang menjadi proyek percontohan inovasi pembiayaan pengelolaan taman nasional. Bahkan jika dimungkinkan, kami menyarankan penambahan petugas lapangan menjadi salah satu program quick win Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional," katanya.

Baca juga : Didukung Inpres Prabowo, Menhut Dinilai Perkuat Konservasi Gajah Nasional

Selain penambahan personel, WWF Indonesia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam memperkuat perlindungan kawasan konservasi, salah satunya melalui revitalisasi kurikulum pendidikan forest ranger.

"Dari sisi pembinaan, kami juga mendukung revitalisasi kurikulum pendidikan ranger, salah satunya dengan memperkuat kembali Nature Conservation School. Selain berdampak langsung terhadap kelestarian ekosistem hutan, hal ini juga akan meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata internasional dalam pengelolaan hutan, khususnya kawasan konservasi," tutur Aditya.

WWF Indonesia menilai, kombinasi antara penambahan jumlah forest ranger, peningkatan kompetensi, dukungan sarana operasional, serta penguatan sistem pengelolaan kawasan konservasi akan menjadi modal penting untuk menjaga kelestarian hutan Indonesia di tengah berbagai tantangan, seperti perambahan kawasan, pembalakan liar, dan perburuan satwa dilindungi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense