Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
DEM Indonesia Dukung Kortas Tipidkor Polri Usut Dugaan Korupsi Sektor Energi
Kamis, 9 Juli 2026 20:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gelombang pemadaman listrik (blackout) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir kembali menyoroti rapuhnya ketahanan sistem energi dan kelistrikan nasional.
Gangguan pasokan listrik tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tapi juga mengganggu sektor industri, layanan publik, transportasi, hingga kegiatan ekonomi yang bergantung pada pasokan energi yang andal.
Hal itu diungkap oleh Ketua Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Indonesia Febrian Satria Hidayat.
Kata dia, beragam laporan menyebutkan, gangguan teknis pada sistem kelistrikan menjadi salah satu penyebab utama pemadaman di sejumlah daerah.
Baca juga : Pakar Hukum Dukung Langkah Kortastipidkor Polri Usut Dugaan Korupsi Jumbo
Sementara aparat juga tengah mengusut dugaan persoalan tata kelola pasokan batu bara yang diduga ikut memengaruhi keandalan pembangkit listrik.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas pembangkit, tetapi juga oleh kekuatan rantai pasok, keandalan jaringan transmisi, serta tata kelola sektor energi secara menyeluruh," kata Satria dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Di tengah situasi tersebut, tegas Satria, langkah aparat penegak hukum dalam mengusut berbagai dugaan pelanggaran yang berpotensi memengaruhi keandalan pasokan energi patut didukung.
Penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berlandaskan alat bukti merupakan bagian penting dalam menjaga tata kelola sektor energi agar berjalan sesuai prinsip akuntabilitas.
Baca juga : Pupuk Indonesia dan Pertamina Kolab Wujudkan Ketahanan Energi dan Pangan
Dia pun mendukung Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Korps Tipidkor) mengungkap setiap dugaan tindak pidana di sektor energi.
"Ini bentuk komitmen bersama untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap terlindungi dan tidak ada pihak yang berada di atas hukum," ujarnya.
Kasus blackout beruntun, sambung dia, menjadi alarm serta anomali yang tidak biasa mengingat Indonesia merupakan net eksportir batu bara.
"Blackout yang terjadi secara beruntun di zaman modern ini serta mengingat produksi batu bara jauh melampaui kebutuhan dalam negeri, merupakan anomali yang tidak lazim," tuturnya.
Baca juga : PLN Indonesia Power Tanam Pohon dan Bersihkan Pulau Merak Kecil
Dia menilai, kerugian yang terjadi terhadap masyarakat luas harus dipertanggungjawabkan. "Kami mendukung penuh Kortas Tipidkor mengusut tuntas," dukungnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya