RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus menjadi pusat pengembangan kualitas bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.
Hal itu disampaikan Fajar saat meninjau lokasi pembangunan SNT di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (31/7). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau kesiapan lahan, berdialog dengan kepala sekolah, serta menyapa calon murid yang tengah mengikuti rangkaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
"Apa yang kita lakukan merupakan tindak lanjut mandat Bapak Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi," kata Fajar.
Menurutnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu'ti terus memastikan pelaksanaan Program SNT berjalan sesuai arahan Presiden. Pengawasan dilakukan mulai dari kesiapan sekolah, proses penerimaan murid, hingga pembangunan ekosistem pendidikan yang memberi manfaat bagi daerah.
Baca juga : Wamen Fajar: PJJ Buka Harapan Baru Bagi Anak Putus Sekolah
Fajar mengatakan kesiapan lahan SNT Banyumas telah memadai dan diharapkan pembangunan fisik dapat dimulai pada Oktober 2026. Sementara itu, calon peserta didik yang mengikuti seleksi SNT juga menjalani Tes Bakat Skolastik sebagai bagian dari proses penerimaan.
Ia mengaku terkesan dengan kualitas calon murid yang mengikuti seleksi di Banyumas. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi, rasa percaya diri, hingga cara berpikir para peserta menunjukkan potensi akademik yang baik.
"Saya melihat kualitas calon murid SNT cukup baik. Kepercayaan diri, cara berkomunikasi, hingga pertanyaan yang mereka sampaikan menunjukkan kemampuan berpikir yang bagus dan kritis," ujarnya.
Berdasarkan hasil sementara seleksi, Banyumas mencatat prestasi yang membanggakan. Calon murid jenjang SMP menempati peringkat kedua nasional, sedangkan jenjang SMA berada di posisi pertama nasional.
Baca juga : Pemerintah Diminta Utamakan Revitalisasi Sarana Pendidikan
"Ini menunjukkan putra-putri Banyumas memiliki kompetensi yang sangat baik. Mudah-mudahan juga mencerminkan kekuatan ekosistem pendidikan yang telah tumbuh di Banyumas," tuturnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan SNT sebagai pusat peningkatan mutu pendidikan di berbagai daerah. Pada 2026, sebanyak 37 lokasi telah disiapkan, dengan 17 SNT mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. Hingga 2029, pemerintah menargetkan tersedia 500 layanan SNT di seluruh Indonesia.
Fajar menegaskan, meski dirancang sebagai sekolah unggulan, SNT tidak boleh menjadi institusi yang eksklusif. Sebaliknya, seluruh fasilitas, inovasi pembelajaran, dan praktik baik yang dimiliki harus dapat dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah di sekitarnya.
"SNT boleh unggul secara kualitas, tetapi secara sosial jangan menjadi sekolah eksklusif. SNT harus menjadi laboratorium, tempat sekolah lain datang, belajar, dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia," tegasnya.
Baca juga : Revitalisasi Sekolah dan Disiplin Digital, Ikhtiar Siapkan Generasi Pembelajar
Ia menjelaskan, konsep SNT memang dirancang sebagai pusat peningkatan kompetensi guru, laboratorium pembelajaran, pusat berbagi fasilitas, sekaligus tempat penyebarluasan praktik-praktik pendidikan terbaik.
"Sekolah-sekolah lain yang ingin meningkatkan kualitasnya nanti bisa belajar kepada SNT. Jadi keberadaan SNT bukan untuk berjalan sendiri, tetapi menjadi pusat mutu pendidikan yang memberi dampak kepada sekolah-sekolah di sekitarnya," katanya.
Fajar optimistis Program SNT akan berjalan sukses dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami percaya dengan dukungan pemerintah daerah, SNT akan berhasil sebagaimana yang diinginkan Bapak Presiden dan menjadi katalisator untuk menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.